TVRINews, Yogyakarta
Wisatawan yang akan mengunjungi kawasan wisata pantai selatan Kabupaten Gunungkidul perlu mewaspadai fenomena RIP Current. Fenomena ini terjadi di hampir seluruh pantai di Kabupaten Gunungkidul. RIP Current, atau arus pecah, adalah arus kuat yang membawa air laut menjauh dari pantai dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Kecelakaan laut di kawasan ini sering terjadi karena wisatawan tidak menyadari keberadaan RIP Current. Untuk membantu mendeteksi arus ini, petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron menggunakan cairan ramah lingkungan yang dituangkan ke pantai.
Cairan ini membantu memetakan area RIP Current, yang dapat terlihat melalui kamera udara. Hasil pelacakan menunjukkan bahwa di Pantai Drini, arus RIP Current terletak di sebelah barat, dekat dengan jalur perahu nelayan.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto, menyatakan bahwa hampir semua pantai di Gunungkidul memiliki RIP Current, namun yang paling berbahaya berada di Pantai Drini.
Arus di sana dapat mencapai kecepatan 2,5 kilometer per jam, yang cukup kuat untuk menghanyutkan orang.
Surisdiyanto menjelaskan bahwa RIP Current terbentuk ketika arus datang tegak lurus ke garis pantai dan bertemu dengan pantai yang melengkung.
Biasanya, arus ini ditandai dengan adanya jeda di antara barisan gelombang pecah. Untuk menghindari bahaya, wisatawan disarankan untuk tidak bermain di zona RIP Current, terutama di Pantai Drini di sekitar jalur kapal nelayan.
Sebagai langkah antisipasi, petugas selalu memberikan himbauan melalui pengeras suara dan secara langsung mendekati wisatawan untuk mengingatkan mereka agar tidak berada di zona RIP Current.
Untuk keselamatan, wisatawan sebaiknya menghindari arus yang tampak tenang, karena arus tersebut sering kali merupakan RIP Current yang bergerak cepat kembali ke laut.










