TVRINews, Konawe
Bupati Konawe, Yusran Akbar, meminta dukungan pemerintah pusat untuk menambah fasilitas gudang penyimpanan gabah di Kabupaten Konawe. Permintaan tersebut disampaikan saat kegiatan panen raya bersama Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Dirjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo, yang membuka ruang koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Konawe guna merumuskan kebutuhan sektor pangan, termasuk pembangunan fasilitas penyimpanan hasil panen.
Kunjungan kerja Dirjen Bina Pemdes ke Konawe dilakukan untuk melihat langsung kontribusi daerah terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI, Prabowo
Subianto.
Dalam kesempatan tersebut, Kemendagri mengungkapkan bahwa Kabupaten Konawe masuk dalam daftar 100 daerah penyumbang beras terbesar di Indonesia. Capaian itu dinilai sebagai bukti nyata besarnya kontribusi Konawe dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Saat ini, stok beras nasional yang tersimpan di berbagai gudang dilaporkan mencapai sekitar 5 juta ton, dan Konawe menjadi salah satu daerah yang turut menyumbang pencapaian tersebut melalui produktivitas sektor pertaniannya.
Meski demikian, Bupati Konawe Yusran Akbar menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian, khususnya keterbatasan fasilitas penyimpanan gabah pascapanen. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi optimalisasi hasil produksi pertanian di daerah.
Menurut Yusran, Pemerintah Kabupaten Konawe akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa untuk mencari solusi terhadap kebutuhan gudang penyimpanan gabah yang semakin mendesak seiring meningkatnya produksi pertanian.
Sementara itu, Dirjen Bina Pemdes Kemendagri La Ode Ahmad P. Bolombo memberikan apresiasi kepada para petani Konawe yang selama ini berperan penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Ia menegaskan bahwa petani merupakan ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
La Ode Ahmad juga membuka ruang seluas-luasnya bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan maupun kendala yang dihadapi dalam pengembangan sektor pangan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program strategis nasional.
"Kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, sebagaimana yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," ujarnya, dikutip Jumat, 12 Juni 2026.
Melalui dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk penyediaan gudang penyimpanan gabah, diharapkan produktivitas pertanian di Kabupaten Konawe dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap ketahanan pangan nasional.










