TVRINews, Garut
Pemerintah Kabupaten Garut terus mengawal penanganan warga Garut yang menjadi korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Pemkab Garut berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta instansi terkait untuk memastikan proses pencarian, identifikasi, evakuasi, hingga pemulangan para korban.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, pemerintah daerah memprioritaskan identifikasi warga Garut yang menjadi korban sekaligus mengupayakan agar korban meninggal dunia dapat dipulangkan ke Kabupaten Garut.
“Yang pertama adalah supaya bisa segera diidentifikasi korban-korban yang berasal di Garut. Yang kedua juga mereka sangat berharap bahwa korban yang meninggal itu bisa dibawa kembali ke Kabupaten Garut. Sampaikan bahwa kita akan mengupayakan itu semaksimal mungkin. Kita juga nanti lihat koordinasi dengan Basarnas di sana,” ujar Abdusy Syakur Amin, Rabu, 16 September 2026.
Berdasarkan data terbaru posko penanganan, terdapat 23 warga asal Kabupaten Garut yang menjadi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Sebanyak 11 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 10 korban lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Sebagian besar korban tersebut berasal dari Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Mereka diketahui berada di kapal dalam perjalanan menuju Kalimantan.
Abdusy mengatakan, Pemkab Garut juga terus berkomunikasi dengan keluarga korban untuk memastikan kebutuhan penanganan dan proses pemulangan.
“Yang kita terima dari 23 orang itu, 11 yang selamat. Itu pun juga dari komunikasi mereka sendiri langsung, jadi pihak keluarganya dengan mereka videoan segala macam. Basarnas menyatakan yang dua itu sudah dinyatakan meninggal, yang sisanya masih proses ditemukan,” katanya.
Untuk proses pemulangan, Pemkab Garut melalui Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait. Rute pemulangan korban akan disesuaikan dengan perkembangan proses evakuasi di lapangan serta kebutuhan keluarga.
“Ya, kita akan koordinasi karena mungkin ini bukan hanya kita, semua kita akan sinergi supaya tadi teridentifikasi dan bisa dibawa. Nanti kita koordinasi karena lokasinya dari tengah-tengah itu juga, paling kita kirim ke Surabaya atau ke Banjarmasin. Itu nunggu dari Basarnas dan nunggu dari permintaan keluarga korban,” pungkas Abdusy Syakur.
Pemkab Garut memastikan pendampingan terhadap keluarga korban terus dilakukan sembari menunggu perkembangan operasi pencarian dan evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan.










