TVRINews, Lumajang
Da'im, warga Desa Sumber Prtong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, berhasil meraih Piala Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada kategori Perintis Lingkungan berkat dedikasinya dalam menghijaukan lereng Gunung Lemongan.
Prestasi ini menjadi bukti nyata dari jerih payah seorang pria sederhana yang dulu pernah dianggap sebagai orang gila karena pekerjaannya yang dianggap mustahil.
Setiap hari, sejak fajar menyingsing hingga matahari terbenam, Da'im (63) sibuk menyambung batang kopi antara pohon Liberica dan pucuk Robusta.
Proses ini ia lakukan seorang diri, mulai dari memotong dahan hingga menyambungnya, lalu membungkusnya dengan kantong plastik.
Pekerjaan ini telah ia geluti selama lima tahun, dengan satu tujuan mulia dari mengubah Gunung Lemongan yang tandus menjadi hutan yang hijau dan bermanfaat tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masyarakat sekitar.
"Sejak lima tahun lalu, pekerjaan ini sudah saya tekuni demi lingkungan agar selalu hijau. Dulu gunung ini tandus, kini sudah menjadi hutan yang bisa bermanfaat," ungkap Da'im dengan penuh kebanggaan.
Namun, usaha Da'im tidak hanya berhenti pada tanaman kopi. Ia juga menanam ribuan pohon pinang di lereng Gunung Lemongan.
Kegelisahan melihat kawasan tersebut terbengkalai tanpa perawatan mendorongnya untuk memulai upaya penghijauan ini, meski dilakukan dengan sederhana.
"Saya mulai menanam pohon pinang di lereng Gunung Lemongan pada ketinggian seribu meter di atas permukaan laut. Awalnya hanya karena saya melihat gunung ini terbengkalai, tidak ada yang mengurus. Saya pun memulai dengan apa yang saya bisa," tambah Da'im.
Upayanya tersebut akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah. Pada tahun 2022, Da'im dianugerahi Piala Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai Perintis Lingkungan.
Sebuah penghargaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, mengingat awalnya ia hanya dianggap sebagai orang yang tidak punya pekerjaan tetap.
Kini, Da'im bertekad untuk terus berkarya di bidang lingkungan hidup. Ia ingin memberdayakan masyarakat agar bersama-sama mencintai lingkungan, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk kebaikan bersama.
"Ke depan, saya berharap bisa terus mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, agar kawasan kita terus hijau dan bermanfaat bagi banyak orang," pungkasnya.
Kisah Da'im ini adalah contoh nyata betapa upaya kecil, jika dilakukan dengan konsistensi dan ketulusan, bisa menghasilkan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.










