Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Mojokerto
Seorang penjual bensin lanjut usia (lansia) di persimpangan Desa Pacet Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto viral di media sosial (medsos) setelah memberikan bensin gratis kepada pengendara sepeda motor.
Namun di balik cerita tersebut ada kisah miris yang dialaminya, yakni banyak pengendara motor yang membeli bensin tapi tidak mau membayar dengan modus pinjam botol.
Hampir setiap pagi Amin Sapudi, 81 tahun menuju kios bensinnya yang butut di persimpangan menuju arah lokasi Wisata Cangar, Kabupaten Mojokerto.
Tiba di kios, botol demi botol yang telah diisi B-B-M jenis pertamax maupun pertalite dipajang di depan kiosnya. Dengan raut muka penuh kesabaran di bawah terik matahari, Amin Sapudi pun menunggu pembeli bensin yang melintas.
Sejumlah pengendara warga sekitar dan pengunjung wisata membeli bensin yang dijualnya. Pria lansia penjual bensin di pojok jalan itu viral di media sosial setelah memberikan bensin gratis kepada pengendara pengunjung wisata yang tidak membawa uang.
Ia pun dengan ikhlas dan menyuruh pengendara mengambil sebotol bensin. Namun di balik keikhlasannya pria satu anak tersebut ada kisah miris dengan banyaknya pembeli bensin yang tidak membayar.
Modusnya dengan meminjam botol berisi bensin dan dibawa kabur tanpa memberi uang. Ini terjadi berkali-kali dan ia pun mengikhlaskan perbuatan para pengendara motor nakal tersebut.
Berjualan bensin dilakukan Amin Sapudi sejak 2004 setelah bioskop tempatnya bekerja tutup. Dalam sehari rata-rata 15 botol bensin laku dijual dengan harga Rp10 ribu untuk pertalite dan Rp11 ribu untuk pertamax.
Dari hasil penjualan tersebut uangnya diberikan kepada keluarga dan cucu-cucunya. Sebagian lagi digunakan untuk modal membeli bensin lagi untuk dijual di kiosnya.
Editor: Dadan Hardian










