TVRINews, Bandung
Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung meninjau dan mengkaji sejumlah titik pergerakan tanah di Desa Cibedug, Kampung Cigombong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Petugas PVMBG melakukan kajian dengan meneliti secara langsung retakan tanah, baik di sejumlah bangunan yang ambruk, jalan yang amblas, maupun sejumlah titik kawasan sungai di daerah pergerakan tanah.
Selain itu, petugas melakukan kajian secara visual udara, ditemukan sejumlah faktor yang menyebabkan adanya pergerakan tanah. Di antaranya adalah bagian bawah lapisan tanah adanya erosi sungai, tanah lereng lapisan tanah tidak mampu menahan kelebihan air akibat curah hujan tinggi dan bebatuan lapisan tanah bersifat bantu lempung yang tidak bisa menahan tanah jika kelebihan air.
“Bukan hanya satu faktor yang menyebabkan pergerakan tanah ini. Bagian bawah ada erosi sungai yang relatif deras, artinya tahanan airnya juga akan tergerus terus. Ada juga memang areanya di atas pembukaan lahan, dan aliran air mengalir ke sayap kanan semua, jadi tidak hanya satu faktor, ada dua faktor, dan memang ada masalah dari batuannya sendiri,” jelas Sumaryono, Surveyor Pemetaan PVMBG.
Sumaryono juga mengatakan batuan di area tersebut adalah batuan lempung atau batu pasir. Jenis batuan ini tidak tolerir terhadap air, jika terpotong atau terkena sinar matahari juga akan menjadi masalah tersendiri.
PVMBG juga tidak merekomendasikan warga untuk menghuni kawasan tersebut, karena sewaktu-waktu bisa kembali terjadi pergerakan tanah atau longsoran.
Saat ini pergerakan tanah sudah menyerupai gambar tapal kuda. Pergerakan tanah di desa Cibedug, Kampung Cigombong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat menghancurkan 10 bangunan rumah dan fasilitas umum, 44 rumah rusak akibat retakan dan 192 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.









