TVRINews, Kabupaten Sumbawa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa memprediksi Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Samriyanto, mengatakan saat ini wilayah Sumbawa mulai memasuki fase puncak musim hujan dengan intensitas hujan sedang hingga tinggi, terutama di wilayah utara dan selatan.
“Saat ini Kabupaten Sumbawa mulai memasuki puncak musim hujan dengan intensitas hujan sedang hingga tinggi. Untuk beberapa wilayah bagian utara dan selatan, intensitas hujan diprediksi berlangsung sedang hingga tinggi,” ujar Samriyanto, Kamis, 15 Januari 2026.
Ia menjelaskan, secara umum sifat hujan pada periode ini diprediksi berada pada kategori di atas normal. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya berbagai bencana hidrometeorologi.
“Secara umum sifat hujan diprediksikan berada pada kategori di atas normal, sehingga berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, banjir bandang, genangan air, tanah longsor, hingga angin kencang,” jelasnya.
Selain itu, BMKG juga memprediksi musim hujan tahun ini akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Pola hujan yang terjadi cenderung rutin dengan intensitas lebat, namun berdurasi singkat.
“Hujan saat ini terjadi secara rutin dengan intensitas lebat namun berdurasi tidak panjang. Pola seperti ini perlu diwaspadai karena dapat memicu banjir dan tanah longsor,” tambah Samriyanto.
BMKG mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana. Pemerintah daerah serta instansi terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah mitigasi sejak dini.
“Kami mengimbau pemerintah daerah, sektor terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan agar upaya mitigasi dapat dilakukan sejak dini, sehingga risiko dan dampak bencana dapat ditekan,” tutupnya.










