TVRINews, Bangka Belitung
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung mengungkapkan, inflasi secara month to month pada bulan Maret 2025 mencapai 1,83 persen, sementara inflasi secara year on year tercatat sebesar 1,13 persen.
Kepala BPS Bangka Belitung, Toto Haryanto Silitonga, menjelaskan bahwa inflasi month to month ini disebabkan oleh meningkatnya harga pada sejumlah komoditas utama, yaitu tariflistrik, bawang merah, dan udang basah.
Menurut Toto Haryanto Silitonga, Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, inflasi yang terjadi bulan lalu dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu berakhirnya program diskon tarif listrik, serta meningkatnya belanja masyarakatselama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Kembali Memburuk Pasca Libur Lebaran, Masuk Kategori Tidak Sehat
Namun demikian, Toto juga mengingatkan bahwa meskipuninflasi saat ini masih dalam batas wajar, pemerintah tetap harusmenjaga kestabilan harga, terlebih menjelang libur Pasca dan libur sekolah yang akan datang.
“Kalau bulan Maret 2025 memang kita masi menjaga, masih terkendali karena masih di range 2,5 plus minus 1. Jadi, masih di atas 1,5 itu masih dalam tarif normalnya jadi itu masih bagusmenurut saya,”beber Toto










