TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan daya saing brand lokal agar mampu menembus pasar internasional melalui kolaborasi strategis dengan Local Champion Indonesia (LCI). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis ekspor.
Hal itu disampaikan Riefky saat menerima audiensi LCI di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Menurutnya, penguatan ekspor tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga harus didukung aspek desain, branding, pengemasan, standardisasi, hingga perlindungan kekayaan intelektual.
"Penguatan ekspor brand Indonesia perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga penguatan desain, branding, pengemasan, standardisasi, hingga fasilitasi kekayaan intelektual agar semakin banyak brand lokal yang mampu bersaing di pasar global," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 3 Juli 2026.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Ekraf menawarkan sejumlah peluang sinergi dengan LCI, mulai dari pelatihan melalui program ASIK, penguatan standardisasi ekspor dan market intelligence, fasilitasi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, hingga kurasi brand lokal yang berorientasi ekspor. Selain itu, kolaborasi juga dapat dilakukan melalui program Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia.
Kemudian Riefky mengatakan, pihaknya akan memetakan bentuk kerja sama yang dapat diwujudkan dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Menurutnya, jejaring LCI yang tersebar di berbagai daerah menjadi modal penting untuk mempercepat identifikasi dan pengembangan brand lokal yang siap naik kelas ke pasar global.
Sementara itu, Founder Local Champion Indonesia, Dhika Yudistira, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan Kementerian Ekraf melalui jaringan agregator ekspor, komunitas, serta desa-desa produktif di berbagai wilayah Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar internasional sekaligus memperkuat pembinaan pelaku ekonomi kreatif.
Audiensi juga dihadiri pelaku ekspor, perusahaan logistik, agregator, serta perwakilan subsektor kuliner, kriya, dan fesyen. Berbagai masukan mengenai kebutuhan standardisasi, sertifikasi, rantai pasok, hingga kesiapan ekspor akan menjadi dasar pembahasan teknis lanjutan antara Kementerian Ekraf dan LCI dalam menyusun model kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing subsektor.










