TVRINews, Probolinggo - Jawa Timur
Fenomena alam frozen kembali terjadi di Kawasan Wisata Gunung Bromo dalam beberapa hari terakhir. Hawa dingin hingga lima derajat celcius, membuat lautan pasir dan rerumputan diselimuti embun es.
Es atau biasa disebut embun upas itu terlihat di lautan pasir dan tanaman yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Fenomena itu terjadi karena adanya penurunan suhu udara yang terjadi di Pulau Jawa, termasuk di kawasan TNBTS.
Dari Cemoro Lawang, pengunjung melihat kabut tebal yang menutupi seluruh Kaldera Bromo. Bukan tanpa sebab, kondisi ini terjadi karena suhu di tempat ini mencapai lima derajat celcius.
Kondisi ini semakin ekstrem ketika pengunjung berada di sisi yang masih terhalang sinar matahari. Pengunjung akan melihat rerumputan yang diselimuti embun es.
Hawa dingin pun akan terasa hingga menusuk tulang sumsum. Tak jarang pengunjung datang hanya ingin mengabadikan momen langka ini. Mereka penasaran ingin melihat fenomena embun es di Gunung Bromo.
“ Sangat indah mas kebetulan lagi berlibur dan ternyata pas fenomena frozen di sini , senang sekali , “ kata Rafhel , pengunjung Wisata Semeru
Fenomena ini terjadi akibat udara dingin yang dibawa oleh angin Muson Timur dari Benua Australia. Embun upas terbentuk ketika suhu udara berkisar antara 5 - 9 derajat celsius dan biasanya hanya terlihat pada pagi hari sebelum matahari terbit sepenuhnya. Embun ini akan menghilang saat matahari mulai meninggi.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, fenomena alam embus es atau frozen terjadi pada bulan Juli hingga Agustus. Suhu di bumi sangat dingin, khususnya bromo yang berada pada ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Titik embun es terlihat di hampir seluruh hamparan lautan pasir.
Salah satu wisatawan asal Kalimantan menuturkan liburan kali ini menjadi cerita menark yang akan di bawa ke daerah asalnya .
Fenomena alam embun es akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Wisatawan juga dihimbau untuk mengenakan pakaian tebal untuk menghindari serangan hipotermia atau penurunan suhu tubuh di bawah normal.
“ Indah sekali tapi suhunya sangat dingin , saya tidak banyak membawa baju tebal jadi sangat terasa sekali menusuk tulang , “ tutur Safira , Wisatawan asal Kalimantan
Selain mengenakan pakaian tebal, pengunjung juga bisa memanfaatkan perapian yang biasa dibuat warga sekitar. Selain untuk menghangatkan badan, perapian untuk baik untuk mengembalikan suhu tubuh ke kondisi normal.
Fenomena alam embun es ini hanya berlangsung beberapa saat saja. Embun es akan mencair saat terkena sinar matahari pagi.










