
Langka dan Nikmat: Sejarah dan Popularitas Ikan Sagarurung di Kabupaten PALI
Penulis: M. Husni Awan
TVRINews, PALI
Ikan Sagarurung, begitulah nama familiar salah satu makanan khas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Makanan yang terbuat dari jenis olahan ikan tersebut, seiring berjalannya waktu, menjadi makanan utama yang mulai digemari tidak hanya masyarakat di Kabupaten PALI, tetapi juga mulai merambah hingga ke seluruh penjuru Bumi Sriwijaya. Bahkan, ikan Sagarurung kerap menjadi buah tangan jika masyarakat berkunjung ke Kabupaten PALI.
Terbukti, ikan Sagarurung sering ikut serta dalam beberapa event pameran yang digelar di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan. Ikan ini selalu menarik simpati dan rasa penasaran para pengunjung ketika pameran berlangsung karena dikenal memiliki rasa pedas yang khas serta tampilan yang cukup menggugah selera, membuat siapa pun yang melihat ingin mencicipinya.
Sagarurung sudah dipatenkan sebagai warisan budaya tak benda yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2021 lalu. Ikan Sagarurung berasal dari Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI. Makanan khas ini diduga sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu.
Berdasarkan artikel serta informasi yang didapat, ikan Sagarurung pertama kali berawal dari ditemukannya banyak ikan jenis Serandang atau dalam Bahasa Indonesianya ikan Kerandang (Chana pleurophthalma) di Sungai Sabah, Desa Tanjung Kurung.
Pada zaman dahulu, hanya ikan Kerandang yang bisa diolah menjadi Sagarurung dengan cara pengasapan. Ikan Kerandang merupakan jenis ikan tawar anggota suku Channidae (kerabat gabus), yang juga dikenal dengan nama ikan Toman Bunga atau Seledang Mayang.
Saat proses pengasapan, ikan tersebut dibelah dua. Karena bentuknya yang pipih, pembelahan ikan ini tidak terlalu sulit. Sisiknya yang cukup tebal menjaga kualitas daging ikan agar tetap gurih dan tidak bau asap akibat proses pengasapan.
Selanjutnya, ikan tersebut dibumbui dengan bumbu dapur seperti asam jawa, garam, bawang, dan cabai yang ditumbuk halus. Bumbu-bumbu ini tidak ditumis, melainkan langsung diletakkan di bagian tengah ikan Kerandang yang telah dibelah.
Namun, ikan Kerandang saat ini sudah langka ditemukan baik di Sungai Sabah maupun di seputar sungai lainnya. Akibatnya, masyarakat setempat berinisiatif membuat Sagarurung dengan ikan gabus, ikan nila, ikan toman, dan ikan lainnya. Yang penting, ikan tersebut bersisik, yang berguna untuk menjaga kualitas rasa Sagarurung. Ada pula yang langsung dibakar atau dipanggang.
Dahulu, hanya orang-orang dari Desa Tanjung Kurung dan sekitarnya yang mampu membuat Sagarurung. Akan tetapi, sekarang banyak orang yang bisa membuatnya, dan Sagarurung kini dapat ditemukan di rumah makan di Kabupaten PALI. Yang pasti, bahan dasar makanan ini terbuat dari ikan yang halal.
Salah satu pembuat ikan Sagarurung di Kawasan Talang Ubi, Alan Rahma, menjelaskan pembuatan ikan Sagarurung saat ini hanya dapat mengandalkan sebagian besar ikan air tawar yang dibudidayakan seperti patin, nila, gurami yang sangat mudah diperoleh di pasar, Namun, untuk ikan serandang sudah sangat sulit ditemukan untuk dijadikan bahan produksi ikan sagarulung yakni sudah cukup sangat lama tidak menjual ikan Sagarurung dari Ikan serandang.
“Kalau dulu, kisaran 5 tahun lalu masih sering membuat ikan Sagarurung dari Ikan serandang, Namun, terpaksa untuk tetap bertahan usaha produksi ikan Sagarurung yakni menggunakan ikan seperti patin, nila, gurami, serta gabus, tapi paling dominan yakni ikan patin yang sangat mudah didapat di pasaran, selain mudah, patin juga lebih murah harganya di jual pedagang,” ungkap Alan, Jumat, 14 Februari 2025.
Alan yang sudah membuka usaha ikan Sagarurung sejak puluhan tahun lalu tersebut, juga menambahkan bahwa untuk ikan serandang memang dikenal sangat baik untuk dijadikan ikan Sagarurung karena tekstur daging ikannya lebih tebal serta rasanya lebih nikmat, adapun ikan gabus adalah salah satu pengganti ikan serandang yang memiliki bentuk dan rasa yang hampir sama ikan serandang.
“Kalau pun ada ikan serandang , biasanya pembeli yang langsung datang membawa ikan serandang yang didapat dari alam untuk dipesankan minta dikuatkan ikan Sagarurung, namun untuk yang hampir sama bentuk dan rasanya yakni ikan gabus yang masih banyak digemari konsumen,” kata Alan.
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten PALI bahwa populasi ikan serandang saat ini belum bisa dikatakan punah yakni masih ada hidup berkembang biak di perairan di Kabupaten PALI.
Pengawas Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten PALI, Resti Amalia menjelaskan bahwa populasi ikan serandang memang saat ini sangat sulit ditemukan di perairan Kabupaten PALI, Namun, masih kerap ditemukan ikan serandang dalam skala kecil oleh para nelayan pencari ikan di sejumlah kawasan seperti perairan rawa yang bemuara ke aliran sungai musi yakni Desa Tempirai, Desa Air Itam serta Desa Tanjung Kurung.
Resti menambahkan bahwa ikan serandang memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia yakni rasa dagingnya gemuk dan manis dengan ukuran ikan serandang rata rata 800 gram dan ikan serandang dulunya sangat mudah ditemukan saat di waktu musim penghujan dimana debit air sungai naik, jadi sangat wajar dulunya keberadaan ikan serandang sangat ramai diburu untuk dijadikan bahan makanan atau lauk pauk, mengingat ikan serandang sangat nikmat untuk dikonsumsi bersama keluarga.
“Ikan serandang termasuk dalam keluarga chana selain gabus, buruk, toman , daging ikan nya rasanya gemuk dan manis jika dikonsumsi, Dinas Perikanan Kabupaten PALI terus berupaya mempertahankan populasi dan melestarikan ikan serandang seperti akan ada kajian untuk pembuatan suaka perikanan yakni membuat suatu wilayah yang ada populasi ikan yang tidak boleh dilakukan aktivitas seperti penangkapan ikan secara liar yakni dalam kawasan suaka perikanan nanti akan ada penyebaran bibit ikan, perkembangan biakan ikan endemik untuk dapat dilestarikan sehingga semakin berkembang jauh dari kepunahan,” jelas Resti.
Karena telah dikenal sebagai ikan yang dulunya banyak populasi di Kabupaten PALI , Pemerintah Kabupaten PALI akhirnya pada tahun 2023 mendirikan tugu ikan serandang yang berada di tengah pusat kota Ibu kota Talang Ubi, dengan ornamen yang menarik dengan ornamen patung sejumlah ikan serandang, kini tugu ikan serandang menjadi ikon Kabupaten PALI, yuk bagi yang belum menikmati ikan Sagarurung serta melihat tugu ikan serandang, payo berayau ke Kabupaten PALI.
Editor: Rina Hapsari
