TVRINews, Banjarbaru
Delapan rumah warga di Kota Banjarbaru mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung yang datang tiba-tiba. Warga menyebut angin kencang disertai hujan deras muncul secara mendadak, merusak atap-atap rumah dan menumbangkan pohon-pohon besar di sekitar permukiman.
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Banjarbaru belakangan ini menyebabkan banyak pohon patah dan tumbang ketika diterpa angin kencang. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah hunian di Kelurahan Landasan Ulin Selatan mengalami kerusakan, dengan delapan unit rumah rusak dalam dua hari berturut-turut, mulai dari kategori ringan hingga parah.
Sumiati, seorang warga yang terdampak di Jalan Jurusan Pelaihari, menceritakan pengalaman mengerikan saat angin menerjang rumahnya.
"Saya dan anak saya masih di dalam rumah waktu angin itu datang. Tiba-tiba saja atap rumah terbang, dan pohon besar di depan rumah roboh. Syukurnya, kami berhasil selamat, tapi rumah kami rusak parah," Kata Sumiati.
Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD Banjarbaru, Ma'ruf Rizani, menyampaikan bahwa mereka terus melakukan pendataan dan bantuan kepada warga terdampak.
"Dari data sementara, ada delapan rumah yang rusak akibat angin puting beliung. Kami juga mendapati sejumlah pohon tumbang yang mengganggu lalu lintas," ujar Ma'ruf.
"Kami akan terus berupaya memberikan bantuan kepada warga yang terdampak," sambungnya.
Petugas BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru juga terlihat sibuk membersihkan sisa-sisa ranting pohon yang tumbang di beberapa titik untuk memulihkan akses jalan. Ma'ruf menambahkan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada saat cuaca buruk, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang, dan berhati-hati saat melewati daerah dengan banyak pepohonan," himbaunya.
Bencana ini menjadi peringatan bagi warga Banjarbaru agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di musim hujan.










