TVRINews, Denpasar
Pemerintah Kota Denpasar mulai menata kabel semrawut melalui pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Proyek perdana dilakukan di kawasan wisata Sanur, ditandai dengan seremoni groundbreaking di Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Selasa, 30 Oktober 2025.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyebut penataan kabel tahap pertama dilakukan sepanjang tiga kilometer di Jalan Danau Tamblingan. Target penyelesaian dipatok pada Desember 2025, sehingga awal Januari 2026 kawasan wisata Sanur diharapkan sudah terbebas dari kabel semrawut.
"Kabel-kabel yang ada di kawasan wisata Sanur ini dengan program ini, kami harap sesegera mungkin dapat turun. Mudah-mudahan awal Januari kita sudah melihat Sanur yang bersih, kabel-kabel sudah ada di bawah tanah, dan kawasan ini tertata rapi," ujarnya, dikutip Rabu, 1 Oktober 2025.
Penataan kabel ini juga disinergikan dengan pembangunan pedestrian, lampu penerangan, serta fasilitas pendukung lainnya untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan maupun masyarakat lokal.
Direktur Utama Perumda Bukitpraya Sewakadarma, I Nyoman Putrawan, menjelaskan pembangunan SJUT di Denpasar melalui proses panjang selama dua tahun. Ia menegaskan, desain teknis yang diterapkan berbeda dengan daerah lain karena harus menyesuaikan kondisi kota.
"Tidak bisa langsung menyalin sistem SJUT di daerah lain. Denpasar butuh desain yang lebih tepat dan sesuai karakter wilayah," ucap Putrawan.
Tenaga ahli, I Wayan Gunarta, menambahkan konsep SJUT Denpasar dirancang untuk mengatasi tiga persoalan utama, yakni risiko kecelakaan akibat kabel semrawut, gangguan terhadap kegiatan adat dan agama, serta penurunan estetika kota. Ia menekankan, SJUT di Denpasar berbeda karena jaringan utama ditempatkan di bawah saluran drainase, sementara jalur akses berada di tepi luar trotoar.
Dengan dimulainya proyek ini, Pemkot Denpasar berharap wajah kawasan wisata Sanur semakin tertata, aman, dan nyaman sebagai destinasi unggulan pariwisata Bali.










