Penulis: Zulfikar
TVRINews, Kabupaten Pasaman
Kampung Baru, Jorong Batang Silayang, Nagari Silayang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman Sumatera Barat seakan terancam runtuh. Sekitar 450 jiwa yang menghuni lokasi itu kini hidup dalam kekhawatiran.
Kondisi terkini 5 unit rumah satu polindes dan satu rumah ibadah tidak layak huni. Tanah bergerak juga mengancam 15 unit rumah lainnya dan sudah terjadi retakan kecil di bagian dinding serta halaman rumah.
Menurut warga, tanah bergerak sudah terjadi sejak akhir Desember lalu. Bahkan, dua unit rumah sudah roboh total. Sementara perbukitan di atas perkampungan kini juga terancam runtuh akibat adanya retakan dan aliran anak sungai masuk ke retakan tersebut. Hingga pertengahan Januari 2024 ini anak sungai itu masih kering.
“Kami berharap Pemerintah bergerak cepat untuk relokasi memindahkan ratusan jiwa di perkampungan itu ke tempat yang lebih aman, Kami sama sekali tidak keberatan untuk dipindahkan meskipun perkampungan itu sudah lama mereka huni,” ujar salah seorang warga Kampung Baru Asfren, Senin, 15 Januari 2023.
Pengakuan warga hingga saat ini, belum ada pihak pemerintah yang datang ke lokasi. BPBD sama sekali juga belum meninjau kondisi perkampungan tersebut meskipun status tanggap darurat telah ditetapkan untuk tujuh kecamatan di Pasaman termasuk Mapat Tunggul Selatan.
Sementara, untuk bantuan tikar selimut dan terpal sudah mereka dapatkan dengan menjemput ke Silayang menempuh jarak sekitar 6 kilometer dari perkampungan, begitu juga untuk bantuan beras warga secara bergantian turun ke Silayang untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut.
Baca Juga: Gubernur DIY Harap Para Atlet PON Asal DIY Raih Prestasi Setinggi Tingginya
Editor: Redaktur TVRINews
