TVRINews, Spanyol
Bencana banjir bandang yang melanda Xirivella, sebuah daerah pinggiran kota di Valencia, Spanyol, menewaskan lebih dari 200 orang. Hingga Selasa, 5 November 2024, pihak berwenang melaporkan bahwa sedikitnya 89 orang masih dinyatakan hilang, setelah hujan lebat yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak pekan lalu.
Banjir bandang ini dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan saluran air meluap dan menggenangi banyak wilayah, termasuk jalan-jalan, jembatan, dan tempat parkir bawah tanah. Di beberapa daerah, air mencapai ketinggian yang cukup untuk menyapu mobil dan merendam properti. Selain Xirivella, korban juga dilaporkan di wilayah-wilayah lain di Valencia, Castile-La Mancha, dan Andalusia, dengan total jumlah korban mencapai 217 orang.
Dilansir dari siaran Dunia Dalam Berita TVRI, Rabu, 6 November 2024, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, dalam keterangan resminya, menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan bantuan dana sebesar 10,6 miliar Euro (sekitar 182 triliun rupiah) untuk membantu pemulihan pascabencana dan mendukung para korban. Dana tersebut akan digunakan untuk operasi penyelamatan, pemulihan infrastruktur, dan memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak bencana.
Pihak berwenang di Valencia dan sekitarnya terus berupaya mengidentifikasi korban dengan menggunakan data dan sampel biologis yang diberikan oleh keluarga korban. Sebanyak 133 korban tewas telah berhasil diidentifikasi, sementara 62 jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut. Hingga saat ini, otoritas pengadilan Valencia melaporkan bahwa petugas koroner telah melakukan 195 otopsi.
Di tengah upaya identifikasi ini, Garda Nasional Spanyol meminta kerabat dari orang-orang yang hilang untuk memberikan sampel DNA guna membantu proses identifikasi jenazah yang ditemukan di lokasi bencana.
Banjir bandang ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan yang melanda Spanyol dalam beberapa tahun terakhir, menyoroti pentingnya upaya mitigasi bencana serta kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Para ahli meteorologi memperkirakan bahwa cuaca buruk akan terus melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan, yang dapat memperburuk situasi.










