TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengerahkan personel, tenaga kesehatan, dan bantuan logistik untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak.
Khofifah mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian Jawa Timur terhadap masyarakat NTT. Bantuan diarahkan untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, terutama keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta,” ujar Khofifah.
“Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan, kepada korban luka semoga segera diberikan kesembuhan, dan seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan melewati masa sulit ini,” imbuhnya.
Khofifah menegaskan, bencana di NTT merupakan duka bersama yang harus direspons melalui semangat gotong royong. Menurutnya, solidaritas antardaerah tidak cukup diwujudkan melalui simpati dan doa, tetapi juga harus diwujudkan dalam dukungan nyata sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
“Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat, tepat dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya.
Tujuh Personel Dikirim ke Wilayah Terdampak
Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim melalui BPBD Jawa Timur memberangkatkan tujuh personel advance menuju wilayah terdampak pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Enam personel merupakan bagian dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang akan bergabung dengan Basarnas dan unsur potensi SAR dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Sementara satu personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) ditugaskan membantu pengumpulan, pengolahan, dan sinkronisasi data kebencanaan di lapangan.
“Enam personel kita memiliki spesifikasi pencarian dan pertolongan. Mereka akan bergabung dan berkoordinasi dengan Basarnas serta tim SAR yang sudah berada di lapangan. Satu personel Pusdalops akan membantu memastikan data dan informasi kebencanaan dapat dihimpun secara cepat dan akurat,”ucapnya.
Tim advance BPBD Jatim juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat. Selain itu, tim melakukan asesmen untuk memetakan kondisi lapangan serta mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang harus segera dipenuhi.
Untuk mendukung kelancaran koordinasi, personel dibekali perangkat komunikasi dan dukungan jaringan guna mengantisipasi kemungkinan gangguan komunikasi di wilayah terdampak.
Kirim Tim Kesehatan dan Peralatan Medis
Dukungan Jawa Timur juga diperluas melalui pengiriman tim kesehatan untuk membantu pelayanan kesehatan darurat bagi korban maupun masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.
“Penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Selain pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan bagi korban dan masyarakat di pengungsian juga menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, kita juga mengirim dukungan tim kesehatan,”tambahnya.
Dukungan kesehatan tersebut salah satunya diperkuat melalui pengerahan tim dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Tim terdiri atas empat tenaga medis, yakni dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat, serta didukung tim teknis.
Selain tenaga medis, tim juga membawa obat-obatan dan berbagai peralatan medis untuk penanganan korban gempa, termasuk perlengkapan yang dibutuhkan dalam tindakan anestesi dan pembedahan.
Bantuan Logistik Capai 8,4 Ton
Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut merupakan hasil konsolidasi BPBD Jawa Timur bersama berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim.
Pada tahap awal, bantuan yang dikirim mencapai 8,4 ton dengan nilai Rp985.816.345.
“Ini adalah bentuk gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan,”ungkapnya.
Bantuan tersebut terdiri atas 167 unit perlengkapan anak atau kidsware, 125 unit velbed, 2.024 kaleng makanan siap saji berupa nasi goreng ayam, nasi kare ayam dan nasi opor ayam, serta 432 paket lauk pauk.
Selain itu, dikirim pula 2.076 kaleng Tambah Gizi Koktail, 2.076 kaleng Tambah Gizi Kacang Hijau, 1.600 pack Biskuit Klepon, 2.000 pack Biskuit Minimanis, 1.620 pack Biskuit Marie Susu, serta 2.160 pack Biskuit Malkist Susu.
Khofifah mengatakan, bantuan tahap awal tersebut diberangkatkan menggunakan satu unit truk berkapasitas 8,4 ton dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB menuju Ende, NTT.
Selanjutnya, bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, menuju Pelabuhan Soekarno, Ende, NTT.
Setibanya di Ende, bantuan akan diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT untuk kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.
“Nantinya total bantuan dari Jawa Timur yang akan diberangkatkan diperkirakan sebanyak 100 ton. Yang diberangkat tanggal 17 Agustus 2026 sebanyak 8,4 ton, sisanya akan diberangkatkan tanggal 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo,”kata Khofifah.
“Yang terpenting bukan hanya seberapa banyak bantuan yang kita kirimkan, tetapi bagaimana bantuan tersebut bisa segera sampai dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Karena itu, koordinasi dengan BPBD NTT dan tim kita yang sudah berada di lapangan terus dilakukan,” tegas Khofifah.
Ia menambahkan, pengiriman tahap awal merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan Jawa Timur yang akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta hasil asesmen tim di wilayah terdampak.
“Tim advance kita sudah berada di lapangan untuk melakukan asesmen. Dari sana kita akan mendapatkan informasi kebutuhan apa saja yang paling mendesak. Jadi dukungan Jawa Timur akan kita sesuaikan secara bertahap agar tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat NTT,”lanjutnya.
Koordinasi Lintas Daerah
Untuk memperluas dukungan, Pemprov Jatim juga berkoordinasi dengan provinsi-provinsi yang tergabung dalam Mitra Praja Utama (MPU). Sinergi lintas daerah tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilisasi sumber daya untuk penanganan bencana.
Khofifah menilai kebencanaan merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak mengenal batas administratif. Karena itu, setiap daerah memiliki tanggung jawab untuk saling membantu ketika wilayah lain menghadapi kondisi darurat.
“Bencana tidak mengenal batas wilayah. Hari ini saudara kita di NTT sedang membutuhkan dukungan. Maka seluruh kemampuan yang bisa kita sinergikan harus kita maksimalkan untuk membantu proses pencarian, pertolongan, pelayanan kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Khofifah juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, hingga masyarakat yang bergotong royong membantu para penyintas.
Ia berharap proses pencarian dan pertolongan dapat berjalan lancar sehingga korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan. Di sisi lain, pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak juga diharapkan terus diperkuat selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
“Kami mendoakan seluruh tim yang saat ini bekerja di lapangan diberikan kesehatan, keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Semoga proses pencarian dan pertolongan berjalan lancar serta masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan pelayanan dan kebutuhan yang diperlukan,”imbuhnya.
Pemprov Jatim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTT untuk memantau perkembangan situasi. Dukungan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil asesmen serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Sekali lagi, duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini,” pungkasnya.










