TVRINews, Jakarta
Untuk pertama kalinya, bendera Merah Putih berkibar di Kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kawasan Pasifik Barat di Manila, Filipina. Pengibaran ini menjadi penanda resmi bergabungnya Indonesia ke dalam Kawasan Pasifik Barat WHO, setelah sebelumnya menjadi bagian dari Kawasan Asia Tenggara selama lebih dari tujuh dekade.
Momen pengibaran bendera tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penting perubahan geopolitik dalam kerja sama kesehatan global. Indonesia kini sejajar dengan 37 negara anggota WHO di wilayah Pasifik Barat, termasuk Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan Australia, dalam merancang kebijakan kesehatan kawasan.
Kibaran Merah Putih di markas WHO Pasifik Barat disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Filipina Agus Widjojo, Direktur WHO Kawasan Pasifik Barat Saia Ma’u Piukala, serta jajaran staf WHO. Langkah Indonesia ini mencerminkan orientasi baru kerja sama regional yang menitikberatkan pada kedekatan geografis dan kesamaan tantangan kesehatan.
"Indonesia secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar WHO Pasifik Barat. Bendera Indonesia hari ini berkibar di halaman kantor kami, melambangkan solidaritas dan semangat kolaborasi dalam mewujudkan kesehatan untuk semua," ujar Piukala dalam keterangan resmi, Kamis, 12 Juni 2025.
Pengibaran bendera itu menyusul persetujuan World Health Assembly ke-78 di Jenewa, yang menyetujui permintaan Indonesia untuk berpindah kawasan. Perubahan ini akan memungkinkan Indonesia memperluas kerja sama di sektor kesehatan dengan negara-negara di kawasan yang lebih relevan secara geografis dan strategis.
Menurut Duta Besar Agus Widjojo, pengibaran Merah Putih di Manila bukan hanya lambang keanggotaan baru, tetapi juga pernyataan kesiapan Indonesia berkontribusi lebih luas dalam agenda kesehatan regional.
"Ini bukan sekadar pindah wilayah administratif. Ini adalah langkah strategis menuju kolaborasi yang lebih intensif, dan bendera kita yang kini berkibar di Manila adalah simbol keterlibatan aktif Indonesia dalam membangun sistem kesehatan regional yang kuat dan berkelanjutan,"ungkapnya.
Melalui keanggotaan baru ini, Indonesia menargetkan penguatan pengawasan penyakit lintas batas, percepatan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan pengendalian penyakit tidak menular sekaligus memperluas akses terhadap inovasi dan sumber daya kesehatan kawasan Pasifik.
Pengibaran Merah Putih di kantor WHO Manila menjadi lambang bahwa Indonesia kini membawa semangat baru dalam kerja sama kesehatan internasional, dari Asia Tenggara ke Pasifik Barat.
Baca Juga: Menteri Soroti Ketimpangan Layanan Haji untuk Jemaah Perempuan










