Penulis: Iwan Sanusi
TVRINews, Kalimantan Selatan
Setiap bulan Ramadan di Nagara Kabupaten Hulu Sungai Selatan selalu hadir kuliner yang memiliki tampilan berbeda dan banyak diminati untuk hidangan berbuka puasa. Meski dengan rasa tawar, namun yang menarik dari kuliner ini adalah ukurannya yang jumbo.
Roti tawar atau roti hambar Guru Zakir yang diproduksi satu keluarga di Jalan Inpres Tumbukan Banyu Kecamatan Daha Selatan, setiap bulan Ramadan selalu kebanjiran pesanan untuk kembali dipasarkan. Dan dalam satu hari bisa menghabiskan 300 hingga 500 bungkus roti.
Baca Juga: Wamenkeu Sebut Catatan Transaksi Janggal Kemenkeu Sama Dengan Kemenko Polhukam
Menariknya, roti tawar khas Nagara ini karena ukurannya berbeda dari roti tawar pada umumnya yaitu berukuran jumbo dengan berat bersih 950 gram.
"Saya sangat bangga dengan usaha kami dalam membuat roti tawar jumbo ini. Proses pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, mulai dari pembuatan adonan setelah salat tarawih hingga proses pengemasan siap jual pada pukul 12 siang keesokan harinya. Kami telah melakukannya sejak tahun 70an dan hasilnya selalu laris manis di pasaran,” kata Hj. Muzalifah pemilik usaha.
Baca Juga: Ngabuburit di Taman Edukasi Bengkulu
Dibantu 5 pekerja, satu hari pembuatan hingga 500 bungkus roti bisa menghabiskan 250 kilogram tepung terigu. Bahkan dalam kondisi apapun penjualan roti tawar jumbo ini selalu habis terjual karena pembuatan hanya untuk memenuhi pesanan. Selain di Nagara, roti tawar jumbo ini juga sering dibawa keluar daerah seperti Banjarmasin dan Palangkaraya untuk dijadikan oleh-oleh.
Editor: Redaktur TVRINews
