TVRINews, Gorontalo
Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, menjadi sorotan publik setelah seorang warga Desa Kaliyoso mengeluhkan pengalaman kurang menyenangkan saat berobat. Keluhan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial pada 17 September 2025.
Dalam unggahannya, warga Dusun III Desa Kaliyoso itu mengaku harus menunggu lama meski kondisi tubuhnya sedang lemas. Ia juga merasa tersinggung dengan gaya komunikasi dokter yang menanganinya.
Selain itu, ia menyebut tidak mendapatkan pemeriksaan gula darah dan asam urat karena stok stik laboratorium kosong. Permasalahan berlanjut ketika namanya tidak tercatat di apotek sebagai penerima obat, sehingga ia pulang tanpa membawa obat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Dungaliyo, Sudirman M. Umar, menjelaskan bahwa pasien sebenarnya telah dilayani sesuai prosedur dengan sistem antrean elektronik.
Menurutnya, antrean pasien dewasa atau klaster tiga memang cukup padat sehingga memerlukan waktu tunggu lebih lama.
Terkait ketiadaan stik laboratorium, Sudirman membenarkan bahwa stok memang kosong. Namun, ia menegaskan peralatan serupa masih tersedia di ruang program penyakit tidak menular.
Ia juga mengklarifikasi bahwa resep pasien tidak sempat diinput karena pasien lebih dahulu menuju apotek.
Sementara itu, dokter yang menangani pasien, Windy Tjoe, membantah telah memarahi pasien. Ia menegaskan gaya komunikasinya bertujuan memberikan dukungan agar kondisi kesehatan pasien lebih baik, meski mungkin dirasakan berbeda oleh pasien.
Meski membantah adanya pengabaian, pihak Puskesmas Dungaliyo memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh.
Sudirman menegaskan bahwa masukan masyarakat akan menjadi bahan penting untuk meningkatkan pelayanan, agar masyarakat tetap merasa percaya dan nyaman saat berobat di puskesmas tersebut.










