TVRINews, Subang
Ratusan anak mengikuti coaching clinic sepak bola bersama dua legenda Persib Bandung, Tantan dan Atep, di Lapangan Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kegiatan yang menyasar anak usia 8 hingga 12 tahun tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari Kabupaten Subang, Karawang, dan Purwakarta.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi dasar sepak bola, mulai dari teknik passing, dribbling, hingga simulasi permainan. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai kerja sama tim, komunikasi, kedisiplinan, serta pengambilan keputusan saat berada di lapangan.
Kehadiran Tantan dan Atep menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta. Anak-anak tidak hanya mendapat materi latihan, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan mantan pemain Persib yang pernah memperkuat klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.
Atep menilai Subang memiliki potensi besar dalam pengembangan sepak bola usia dini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi anak-anak untuk semakin giat berlatih dan berani mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
"Subang sejak dulu memiliki banyak potensi. Mudah-mudahan coaching clinic ini bisa menambah motivasi anak-anak untuk terus berlatih dan mewujudkan cita-cita mereka menjadi pemain profesional," ujar Atep.
Menurut Atep, penguasaan teknik dasar menjadi salah satu hal penting yang harus dibangun sejak usia dini. Karena itu, materi latihan dalam coaching clinic difokuskan pada kemampuan fundamental, termasuk passing dan dribbling, agar dapat terus dikembangkan dalam latihan sehari-hari.
Sementara itu, penyelenggara kegiatan, Zaenal Arifin, mengatakan coaching clinic digelar sebagai bagian dari upaya mencari sekaligus memberikan ruang pembinaan bagi pesepak bola muda, khususnya di Kabupaten Subang dan Jawa Barat.
"Kami ingin semakin dekat dengan para pecinta sepak bola di Jawa Barat. Saya melihat potensi anak-anak muda di Kabupaten Subang sangat baik, sehingga perlu diberikan ruang dan dukungan agar kemampuan mereka dapat terus berkembang," kata Zaenal.
Zaenal menjelaskan, kegiatan kali ini masih menyasar siswa sekolah dasar. Ke depan, coaching clinic serupa direncanakan diperluas untuk jenjang sekolah menengah pertama serta sejumlah daerah lain yang telah menyampaikan minat untuk menjadi lokasi kegiatan.
Melalui pembinaan yang dilakukan sejak usia dini, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sepak bola sekaligus mendorong lahirnya talenta muda yang mampu berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.









