TVRINews, Sumsel
Ratusan warga Kota Lubuklinggau antusias menghadiri tradisi Mandi Kasai, sebuah ritual sakral yang dilakukan oleh dua pasangan pengantin baru di aliran Sungai Kelingi, Kelurahan Lubuklinggau Ilir.
Tradisi Mandi Kasai yang meriah ini menampilkan pasangan pengantin baru, Anisa dan Adi Bintara. Sebelum ritual mandi dimulai, kedua pengantin diarak dengan tandu berbentuk burung merak yang dihias indah. Prosesi ini diiringi alunan rebana, diikuti oleh warga dan keluarga yang menuju aliran Sungai Kelingi yang dekat dengan rumah pengantin.
Ritual Mandi Kasai, yang melibatkan mandi berbalut kain, dilakukan di aliran sungai dengan disaksikan oleh sanak saudara. Rangkaian upacara adat ini mencakup berbagai tahapan yang diatur oleh para pelaksana adat, menunjukkan kekayaan budaya dan tradisi setempat.
"Tradisi Mandi Kasai merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Lubuklinggau. Ritual ini tidak hanya menandai peralihan kehidupan pengantin baru dari masa lajang ke kehidupan rumah tangga, tetapi juga berfungsi untuk menyucikan jiwa dan raga mereka," kata Berlian Susatyo, sejarawan Lubuklinggau, Minggu, 30 Juni 2024.
"Pelaksanaan tradisi ini menunjukkan betapa masyarakat kita tetap menghargai adat dan budaya leluhur, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga," tambahnya.
Tradisi Mandi Kasai bukan hanya sebuah ritual, tetapi juga cerminan dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Lubuklinggau. Dengan melestarikannya, masyarakat turut menjaga warisan leluhur yang berharga.










