TVRINews, Malaka
Siang terik. Menyengat. Di ujung selatan Kab. Malaka, NTT, terdengar teriakkan anak-anak menggelegar dari dalam gedung.
Gedung dengan kondisi plafon yang sudah lapuk. Sebagian sudah terlepas. Daun pintu berukuran lebar 1 meter dan panjang 3 meter itu nyaris ikut terlepas.
Sementara lantainya masih beralaskan tanah. Kursi meja sudah berusia senja. Tak beraturan.
SDK Motaain, Desa Motaain, Kecamatan Malaka Barat, didirikan sejak tahun 1958, dan bertahan hingga saat ini, meskipun sudah dihantam banjir bandang berulang tahun.
Kepala Sekolah SDK Motaain Paulus Arkian mengatakan, beberapa lantai ruangan kelas sudah tertutup endapan lumpur.
"Setiap tahun kalau banjir bagian lantai akan ditutup endapan lumpur," Kata Paulus sambil mengkerutkan keningnya.
Jumlah siswa sebanyak 102 orang, dari kelas 1 sampai kelas 6. Sementara para guru berjumlah 11 orang. Tiga orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk Kepala Sekolah, dan 8 orang lainnya guru honorer.
"Tenaga pengajar masih kurang. Kami berusaha saja semampu kami. Saya juga harus masuk mengajar di kelas," ungkap orang nomor satu SDK Motaain itu.
"Tahun ini kami bersyukur, Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka membantu kami dengan membangun dua ruangan. Dua ruangan tersebut dibangun guna mengganti kembali dua ruangan yang rusak akibat diterjang banjir bandang badai seroja," sambung Paulus.
Data yang dihimpun TVRINews.com, dua ruangan yang sementara dikerjakan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai kontrak sebesar Rp. 477.255.000, dalam waktu 81 hari kerja, Mulai tanggal 11 Oktober 2023 sampai dengan 30 Desember 2023. Bangunan dua ruangan tersebut dikerjakan CV. Kasih Jaya.
Baca Juga: Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Keluarga Korban Laka KAI Probowangi di Lumajang










