Penulis: Paul Tengko
TVRINews, Manggarai Timur
Beragam keunikan tradisi budaya warisan nenek moyang masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ikut menunjukan Indonesia sebagai Bangsa yang kaya akan budaya.
Sebagai suatu wilayah yang kaya dan kental akan budaya, keberadaan para leluhur selain Tuhan Yang Maha Esa seringkali diyakini sebagai suatu hal yang sakral sehingga tidak dapat dipandang sebelah mata.
Tak heran, jika dalam praktiknya, segala jenis upaya (pekerjaan) yang dilakukan masyarakat Manggarai selalu diawali dan diakhiri dengan sebuah ritus adat tertentu. Hal itu diyakini sebagai wujud ungkapan terima kasih kepada pencipta dan para leluhur.
Mengenal Ritus Adat 'Congko Lokap' dari Kampung Gendang Kaca
Petrus Tengko, Tua Gendang Kaca mengatakan bahwa gelarnya ritus adat 'Congko Lokap' oleh masyarakat gendang Kaca merupakan sebuah simbol terselesainya pembangunan sebuah rumah adat baru dari masyarakat suatu wilayah.
Disampaikannya bahwa, dalam bahasa daerah Manggarai, 'Mbaru Gendang/Mbaru Tembong' yang dikenal merupakan sebutan untuk rumah adat. 'Mbaru adalah Rumah dan Gendang adalah Gendang/gendrang.
Sementara 'Congko' diartikan mengangkut sampah-sampah dan 'Lokap' diartikan material sisa potongan-potongan kulit kayu dampak dari pengerjaan rumah adat itu.
Dengan demikian, maka istilah 'Congko Lokap' sendiri diartikan sebagai upacara membersihkan rumah adat dari segala kotoran agar layak dihuni oleh manusia dan didalamnya dapat digantung gendang sebagai simbol kekuasaan atas tanah-tanah adat (ulayat).
Karena itu, upacara Congko Lokap, kata dia, digelar sebagai tanda sebuah rumah adat akan resmi dihuni atau dipakai masyarakat adat setempat.
Wakil Ketua DPRD Manggarai Hadiri Upacara 'Congko Lokap' Gendang Kaca
Pelaksanaan upacara adat 'Congko Lokap' di wilayah tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Manggarai, Anggota DPRD Manggarai dari Fraksi PAN, Kapolres Manggarai, Camat Satar Mese dan Kapolsek Satar Mese.
Wakil ketua DPRD Manggarai, Osi Gandut menyampaikan selamat atas terselesainyapembangunan rumah adat Gendang Kaca yang ditandai dengn adanya acara adat 'Congko Lokap'.
"Kehadiran kami di sini sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat adat Gendang Kaca. Sudah memberikan contoh persatuan dan kekeluargaan yang baik, karena keberhasilan pembangunan rumah gendang ini tidak terlepas dari itu semua," kata dia.
Dirinya juga berharap agar kebersamaan masyarakat yang ditunjukan sejak awal hingga selesainya pembangunan rumah adat tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat adat di wilayah lain Manggarai.
"Proficiat dan terima kasih kepada masyarakat adat Gendang Kaca. Kepala desa yang tentu terlibat dalam setiap urusan. Doa kami untuk semua, sehat-sehat selalu. Jadikan rumah ini sebagai tempat yang berguna dan bermanfaat untuk semua masyarakat adat Kaca dalam segala urusan," katanya.
Editor: Redaktur TVRINews
