TVRINews, Bintan
Batik Bintan kini menjadi salah satu ikon budaya yang diharapkan mampu memperkaya khazanah seni dan tradisi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui pengembangan motif-motif lokal khas Kabupaten Bintan.
Salah satu wadah yang aktif dalam mempromosikan dan mengembangkan batik khas daerah ini adalah Rumah Batik Bintan, tempat berkumpulnya para pengrajin dan pecinta batik dari berbagai wilayah di Bintan dan sekitarnya.
Rumah Batik Bintan dikelola oleh Tri Jatmiko, penggiat batik lokal yang berkomitmen mengangkat identitas Bintan melalui karya batik dengan sentuhan khas daerah pesisir.
Beberapa motif andalan yang menjadi ciri khas produksi mereka antara lain motif gonggong, dugong, dan manes, yang seluruhnya terinspirasi dari kekayaan alam serta budaya maritim Kepulauan Riau.
Dalam proses produksinya, Rumah Batik Bintan menggunakan tiga metode utama, yakni batik tulis, batik cetak, dan batik kombinasi. Hingga kini, mereka mampu memproduksi sekitar 50 lembar kain batik per bulan, dengan harga mulai dari Rp300 ribu per lembar, tergantung pada tingkat kerumitan motif dan jenis kain yang digunakan.
Tri Jatmiko berharap karya batik lokal ini dapat menjadi ikon baru perbatikan daerah, sekaligus memperkenalkan pesona Bintan di kancah nasional.
“Harapannya, produksi batik ini dapat memperkaya khazanah budaya dan menjadi kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau,” ujar Tri Jatmiko, Senin (10/11).
Selain mengembangkan produk, Rumah Batik Bintan juga telah mendapatkan pembinaan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan serta fasilitasi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau untuk mendaftarkan hak cipta atas motif Batik Manes sebagai bentuk perlindungan karya lokal.
Langkah ini menjadi bukti nyata upaya pelestarian warisan budaya, sekaligus memperkuat identitas Bintan sebagai daerah dengan kekayaan motif batik bernuansa bahari yang unik dan bernilai seni tinggi.










