
Penulis: Ibnu Mubarak
TVRINews, Kalimantan Selatan
Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menyatakan tetap siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengancam wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini mengatakan kesiapsiagaan terus ditingkatkan seiring dinamika cuaca yang masih berubah-ubah hingga pertengahan Februari 2026.

Berdasarkan data dan arahan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, potensi hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan masih terjadi hingga akhir bulan.
"Kita bekerja sama dengan BMKG bahwa cuaca sampai akhir Februari nantinya. Kita khususnya di Banjarbaru tetap waspada dan siaga," ujar Zaini, Jumat, 20 Februari 2026.
Personel BPBD pun disiagakan penuh untuk memantau kondisi di seluruh wilayah Banjarbaru, terutama daerah yang rawan terdampak bencana.
Sementara itu, Ketua Masyarakat Peduli Bencana Kota Banjarbaru, Sahyuni menyebut pihaknya turut aktif melakukan pemantauan kondisi cuaca dan titik-titik rawan banjir di tingkat kelurahan.
Ia menjelaskan, masyarakat telah memiliki pola perkiraan potensi banjir, khususnya di wilayah Cempaka. Jika hujan berlangsung selama 3 hingga 4 jam, genangan air dipastikan terjadi dan dapat merambat ke wilayah lain.
"Kalau hujan di wilayah Cempaka selama 3–4 jam pasti terjadi banjir. Dari situ kita bisa memperkirakan ketinggian air dan arah datangnya ke wilayah lain," jelas Sahyuni.
BPBD Banjarbaru juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah wilayah yang memiliki riwayat banjir dan genangan, seperti Sungai Kemuning, Cempaka, dan Landasan Ulin.
Dengan kondisi cuaca yang kerap mendung pekat dalam beberapa hari terakhir, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, termasuk pohon tumbang dan luapan air sungai yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Editor: Redaktur TVRINews
