TVRINews, Probolinggo
Kawasan Wisata Bromo Tengger, Semeru akan ditutup total pada 28 Maret hingga 1 April 2025 mendatang . Penutupan dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi 1947 Saka dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Hal ini disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) , Septi Eka Wardani yang menjelaskan bahwa Balai Besar TNBTS telah mengeluarkan Surat Keputusan bahwa kawasan wisata ini akan ditutup total selama beberapa hari.
" Penutupan ini dilakukan secara menyeluruh di semua pintu masuk. Mulai dari Semoro Lawang di Probolinggo, Jemplang di Lumajang dan Malang serta Wonokitri di Pasuruan. Dalam pengumuman yang ditandatangi Kepala Balai Besar TNTBS disebutkan penutupan dilakukan pada hari Jumat 28 Maret mulai pukul 00.01 WIB hingga tanggal 1 April 2025, " ujar Septi Eka
Wisata Gunung Bromo akan dibuka kembali pada tanggal 2 April 2025. Septi Eka Wardani menekankan kepada calon wisatawan yang bakal datang ke Kawasan Wisata Bromo Tengger Semeru diharapkan melakukan penjadwalan ulang dan menyesuaikan dengan penutupan tersebut.
" Kita meminta untuk para wisatawan untuk memperhatikan Surat Keputusan yang telah dikeluarkan Balai Besar TNTBS agar bisa mereschedul kunjungannya jika telah terjadwal pada hari tersebut, " tambahnya
Sementara itu keputusan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha wisata, terutama karena penutupan dilakukan saat momen libur Idul Fitri yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan.
"TNBTS seharusnya mempertimbangkan kembali kebijakan penutupan ini. Keputusan sepihak tersebut sangat berdampak terhadap masyarakat, khususnya pelaku jasa wisata,” Digdoyo Djamaluddin, Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo.
Ia berharap TNBTS dapat meninjau ulang keputusan tersebut dan mencari solusi yang lebih bijak agar penghormatan hari besar agama tetap berjalan tanpa mengorbankan mata pencaharian masyarakat.
Menurut Digdoyo, rencana penutupan wisata Bromo pada hari besar agama baru akan terjadi tahun ini. Ia khawatir kebijakan ini akan menurunkan minat wisatawan ke Bromo.










