TVRINews, Bandung
Sebanyak 1.170 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Bandung mendapatkan makanan bergizi gratis melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan inisiatif Yayasan Solusi Bangun Bangsa (YSBB) yang bekerja sama dengan sejumlah mitra dapur lokal.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu 14 Mei 2025 siang hari ini menyasar tiga sekolah, yakni SD Negeri Pakar, SD Negeri Kordon, dan SMP PGRI Dago Pakar. Program MBG menjadi bagian dari gerakan nasional Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Ketua Yayasan Solusi Bangun Bangsa, Dian Helgawati, menjelaskan bahwa program MBG telah digulirkan sejak Februari 2025 dengan menggandeng 38 mitra dapur di berbagai daerah.
“Di Kabupaten Bandung, kami mendistribusikan makanan bergizi kepada 1.170 penerima manfaat dengan dukungan penuh dari mitra-mitra lokal,” ungkapnya.
Mitra yang terlibat dalam distribusi di wilayah Bandung di antaranya adalah PT Pasti Sehat Terdepan, CV Ralia Abadi Sentosa, PT Mitra Bunda Rosita, CV Shalfa Indah Perdana, dan CV Mitra Bunda Rosita. Selain memberikan asupan gizi, program ini juga memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, petani lokal, serta penyedia jasa katering di daerah setempat.
Baca Juga: Penamaan Bale Jaya Dewata Intuisi Gubernur Jawa Barat
Pengolah Data dan Informasi Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Encep Ridwan, mengapresiasi langkah YSBB dan para mitra dalam mendukung program pemerintah.
“Program MBG sangat membantu anak-anak kami dalam pemenuhan gizi harian. Di Kabupaten Bandung sendiri, ada sekitar 1,2 juta calon penerima manfaat, dan program ini diharapkan dapat terus meluas,” tuturnya.
Pihak sekolah dan orang tua siswa turut menyambut baik pelaksanaan program ini. Mereka menilai MBG tidak hanya membantu dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga mendukung proses belajar anak-anak agar lebih fokus dan sehat.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan lokal, program MBG diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.










