TVRINews, Sidoarjo
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Jatim I, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyampaikan duka mendalam atas musibah ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo Jawa Timur.
Dari data terakhir hingga saat ini , tiga santri telah ditemukan meninggal dunia dalam proses evakuasi. BHS menegaskan bahwa musibah ini tidak lagi sebatas menjadi perhatian tingkat Kabupaten maupun Provinsi, melainkan sudah menjadi perhatian nasional.
“Perhatian pemerintah pusat, pemerintah provinsi, bahkan para menteri sudah hadir. Menteri Agama, Menko PMK, hingga Pak Prabowo pun memberikan atensi besar. Ini menunjukkan perhatian yang luar biasa,” ujar BHS.
Ia menuturkan, tim Basarnas dari berbagai daerah telah dikerahkan, termasuk dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, lengkap dengan peralatan berat. Meski begitu, ia tetap mendorong agar upaya penyelamatan lebih dimaksimalkan.
“Saya berharap korban yang masih tertimbun dan masih bisa berkomunikasi dapat segera ditolong. Evakuasi memang butuh kehati-hatian karena balok-balok besar berisiko membahayakan petugas,” jelasnya.
BHS juga menekankan pentingnya dukungan logistik untuk keluarga korban maupun para relawan. Menurutnya, lebih dari 400 petugas SAR berjibaku di lokasi setiap hari, dengan kebutuhan konsumsi mencapai 1.000–1.500 porsi.
“Saya sudah koordinasi dengan pihak pesantren untuk memberikan dukungan pribadi, dan saya juga akan meminta perbankan Himbara serta pengusaha di Sidoarjo dan Surabaya ikut membantu, termasuk bantuan sembako untuk dapur umum,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian Gubernur Jawa Timur sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, hingga jajaran pejabat provinsi dan kabupaten yang hadir langsung di lokasi.
“Semoga seluruh korban diberi keselamatan oleh Allah SWT. Saya ikut berduka cita yang mendalam untuk para santri dan keluarga korban Pondok Pesantren Al-Khoziny,” tutup BHS.










