Penulis: Ahmad Sa'ie
TVRINews, Pamekasan
Warga masyarakat di Pamekasan - Madura yang berasal dari Situbondo mulai melakukan mudik . Kendati jalur darat dapat mudah dilalui namun mereka memilih untuk mudik melalui jalur laut dengan Kapal tradisional.
Puluhan warga di Kabupaten Pamekasan ini memilih mudik lewat jalur laut dan pelabuhan alternatif yakni tujuan Kabupaten Situbondo . Ini dilakukan karena untuk menghindari kemacetan selain karena ongkos yang lebih murah.
" Biasanya kami mudik dengan jalan darat , lebaran tahun ini saya memilih untuk mudik lewat jalur laut karena menghindari kemacetan . Dan ongkos jalur laut lebih murah,"Kata Akbar kepada TVRINews.com , Sabtu 6 April 2024
Sementara itu Soleh , nahkoda kapal mengaku terjadi meningkatkan penumpang pada Lebaran ini. Biasanya hanya 10 maksimal setiap orang kini mencapai puluhan dengan kendaraan roda dua yang mereka bawa.
" Iya mas , terjadi lonjakan dua kali lipat dari biasanya," tutur Soleh
" Biasanya perjalanan lewat jalur laut dengan Kapal tradisional ini mencapai 4 jam menuju Situbondo itupun jika cuaca baik, " Tambahnya
Pelabuhan alternatif ini terletak di Pesisir Pantai Talang Siring Desa Montok, Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan-Madura.
Pelabuhan alternatif ini dikelola oleh nelayan setempat untuk penyeberangan warga dari Pamekasan ke Pelabuhan Besuki, Kabupaten Situbondo.
Dimana warga harus terlebih dahulu harus menaiki perahu nelayan perahu nelayan berikut bawaanya seperti kendaraan sepeda motor selanjutnya diantar menuju kapal motor.
Jalur laut dengan Kapal tradisional ini memiliki kelebihan dibandingkan naik transportasi darat . Mereka lebih santai dan bisa berisitirahat dengan biaya per orang hanya 60 ribu rupiah.
Jika membawa kendaraan roda dua dikenakan 90 ribu rupiah.
Mudik kapal perahu ini ini sudah dilakukan bertahun-tahun oleh warga. Dimana perjalanan jarak lebih dekat karena jika melalui jalan darat bisa mencapai 8 jam dengan biaya yang cukup mahal.
Editor: Rina Hapsari
