Penulis: Freddy Ladi
TVRINews, Sumba Barat Daya
Puluhan tahun telah berlalu sejak terakhir kali masyarakat Loura merasakan manfaat dari sumber air alami yang dikenal warga setempat Mata We'e Likku. Sumber air ini selama beberapa dekade telah menjadi penopang utama bagi pertanian di wilayah Loura, terutama di hamparan sawah yang meliputi wilayah Karuni. Namun, petani menghadapi kesulitan disaat terjadi penurunan volume air selama hampir tujuh tahun terakhir sehingga telah menyebabkan tanah-tanah pertanian mengering dan sawah-sawah menganggur.
Namun, angin segar mulai berhembus pada bulan Januari 2023. Debit air Mata We'e Likku tiba-tiba meningkat secara signifikan, memberikan harapan baru bagi masyarakat Loura. Para petani sawah di wilayah Karuni yang sebelumnya terpaksa menghentikan kegiatan bercocok tanam mereka, kini mulai menggarap kembali sawah mereka.
Stefanus Nani Ladi, seorang petani sawah yang setia menggarap sawahnya di wilayah Karuni, mengungkapkan bahwa hampir seluruh petani merasakan dampak positif dari kembalinya air mata We'e Likku yang melimpah.
Baca Juga: Karhutla Di Kabupaten Poso Ancam Puluhan Permukiman Warga
Stefanus Nani Ladi, yang telah lama menggarap sawah di daerah tersebut, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
"Debit air yang meningkat secara tiba-tiba membuat hampir semua petani sawah di Karuni kembali bersemangat mengelola tanah pertanian mereka," katanya dengan antusias. "Beberapa warga bahkan sudah mulai melakukan panen padi dan segera mempersiapkan lahan untuk tanam dua." Jelasnya kepada TVRINews.
Stefanus Nani Ladi juga menyampaikan harapannya untuk musim panen yang akan datang. Namun, dia juga berharap agar volume air dari Mata We'e Likku tetap stabil dalam jangka panjang, sehingga semua petani dapat terus mengelola sawah mereka tanpa gangguan.
Kembalinya air ke Mata We'e Likku membawa optimisme bagi masyarakat Loura, khususnya para petani, bahwa masa depan pertanian mereka kembali cerah. Dengan ketergantungan yang begitu besar pada sumber air ini, mereka berharap agar keberlanjutan sumber daya alam tersebut dapat dijaga dengan baik, sehingga pertanian di wilayah Karuni dapat terus berkembang dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga: Waka Polres SBD: Kami Masih Terus Mendalami Hilangnya Kevin Gobang
Editor: Redaktur TVRINews
