TVRINews, Kalimantan Tengah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Tengah melakukan percepatan pembentukan koperasi merah putih yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan, dipantau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Gubernur Kalteng mengatakan, progres pembentukan Koperasi Merah Putih di Kalteng terus menunjukkan perkembangan positif. Dari total 1.432 desa dan 144 kelurahan, sebanyak 659 desa/kelurahan telah menerima sosialisasi, 268 telah melaksanakan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus Serentak, 218 sedang dalam proses di notaris, 68 siap mengikuti demo pendaftaran koperasi melalui Sistem Administrasi Badan Hukum, dan 4 koperasi telah resmi berbadan hukum.
“Kami, seluruh jajaran Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, serta Desa/Kelurahan di Kalimantan Tengah, menyatakan komitmen penuh untuk mendorong percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Kami juga berharap adanya pembinaan yang berkelanjutan dari Pemerintah Pusat guna mendukung kemajuan Koperasi Merah Putih di tingkat Desa/Kelurahan. Bentuk dukungan tersebut diharapkan mencakup bantuan permodalan, peningkatan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta pengembangan usaha koperasi secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Agustiar menekankan bahwa Koperasi Merah Putih harus berperan sebagai penggerak perekonomian masyarakat desa setempat. Selain itu, koperasi ini juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal pengelolaan dan perlindungan kawasan hutan adat. Hal ini sejalan dengan mandat Kalimantan Tengah sebagai Pusat Konservasi Internasional.
Sebagai bentuk dukungan dan percepatan program ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang juga menjabat sebagai ketua satgas nasional pembentukan koperasi merah putih , memantau langsung progres dan mempercepat pembentukan koperasi desa,kelurahan (kopdes) merah putih.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa program prioritas Presiden Prabowo Subianto adalah ketahanan pangan. Menurut Presiden, pemenuhan kebutuhan makan rakyat merupakan hal yang paling utama, sehingga Pemerintah bergerak cepat untuk memastikan bahwa lebih dari 280 juta rakyat Indonesia terjamin kebutuhan pangannya.
"Sesuai instruksi Bapak Presiden, di Kopdeskel Merah Putih harus ada gudang yang dibangun. Jika tidak memungkinkan untuk membangun yang baru, bisa memakai bangunan koperasi yang sudah ada," jelasnya.
Ia berharap, di Kopdeskel Merah Putih ini ke depannya tersedia sembako yang bisa diperoleh dari Bulog.
Diharapkan, kehadiran koperasi merah putih ini dapat menjadi wadah yang efektif bagi masyarakat desa dan kelurahan di kalimantan tengah untuk mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi yang ada di wilayah mereka, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Asrama SPN Polda Sumbar Terbakar










