TVRINews, Kabupaten Agam
Gunung Marapi di Sumatera Barat terus menyita perhatian dengan meningkatnya aktivitas erupsi dalam beberapa hari terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi masih berlangsung dalam radius 4.5 kilometer, dan status siaga darurat terus ditingkatkan mengingat potensi bahaya erupsi yang tinggi.
Dari hasil pemantauan PVMBG, jumlah erupsi masih mengalami fluktuasi, namun potensi erupsi tetap tinggi. Perubahan erupsi dari tipe freatik ke magmatik telah mendorong kenaikan level Marapi menjadi Siaga atau Level III, dengan lava pijar mulai mengalir.
Erupsi terakhir beberapa hari terakhir menghasilkan lava pijar dan dentuman, menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Meskipun demikian, PVMBG memberikan asuransi bahwa hasil semburan lava pijar dan batuan masih terkendali dalam radius 4.5 kilometer, dan tidak ada peningkatan signifikan dari lontaran pijar.
“Pemantauan erupsi terus dilakukan oleh PVMBG. Evaluasi segera akan dilakukan jika terjadi peningkatan lontaran lava atau bahaya erupsi, bekerjasama dengan pemerintah terkait. “ujar Ketua Tim Tanggap Darurat PVMBG Hertianto Kamis, 18 Januari 2024.
Statistik erupsi mencatat 132 kali letusan dan 711 kali hembusan sejak 3 Desember 2023. Kolom abu kelabu tebal dengan ketinggian 200-300 meter dari puncak kawah.
“Dalam masa tanggap darurat, BPBD terus melakukan sosialisasi dan mempersiapkan evakuasi bagi masyarakat terdampak. Rambu evakuasi dan tempat evakuasi telah disiapkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi situasi darurat” ucap petugas BPBD Kabupaten Agam Ickwan, Kamis, 18 Januari 2024.
Kepada masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, juga tidak menyebarkan berita hoaks yang dapat menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.










