Penulis: Harapan Sagala
TVRINews, Taput
Banjir bandang menerjang tiga desa di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu, 22 April 2026 malam sekitar pukul 20.30 WIB. Di mana, ada sebanyak tiga wilayah yang terdampak yakni Desa Aek Nabara, Desa Simangumban Julu, dan Desa Dolok Sanggul.
Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 240 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, sekitar 30 hektare lahan persawahan milik warga turut terdampak akibat terjangan banjir.
Camat Simangumban, Rini Sinaga, menjelaskan bahwa banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Banjir bandang terjadi pada Rabu malam setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, sehingga memicu luapan air sungai Aek Marombang yang membawa material lumpur dan kayu ke permukiman warga,” kata dia kutip Kamis, 23 April 2026
Dampak banjir tidak hanya dirasakan di Desa Aek Nabara, tetapi juga meluas ke desa-desa sekitar. Material lumpur yang menutup sejumlah ruas jalan sempat menghambat aktivitas warga.
Pada Kamis, 23 April 2025, proses pembersihan mulai dilakukan menggunakan alat berat milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, pihak swasta, serta PT Adhi. Upaya ini difokuskan untuk membersihkan sisa material lumpur yang menggenangi jalan dan permukiman.
Kemudian, Bupati Tapanuli Utara, JTP Hutabarat bersama BPBD, instansi terkait, serta unsur TNI dan Polri dari Koramil dan Polsek Simangumban turun langsung ke lokasi untuk meninjau dan memastikan kondisi warga sekaligus mempercepat penanganan di lapangan pada Kamis, 23 April 2026.
Untuk penanganan sementara, pemerintah daerah telah mendirikan posko pengungsian, dapur umum, serta layanan kesehatan.
Selain itu, seluruh fasilitas tersebut dipusatkan di Gereja GSJA Desa Aek Nabara sebagai titik utama bantuan bagi warga terdampak.
Tak hanya itu, bantuan tunai juga disalurkan untuk meringankan beban masyarakat pascabencana.
Hingga saat ini, proses pendataan korban dan kerusakan masih terus berlangsung. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi kembali.
Editor: Redaktur TVRINews
