TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP/MTs/sederajat, termasuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), pada Senin, 6 April 2026. Pelaksanaan ini merupakan lanjutan dari kebijakan pemetaan akademik yang sebelumnya telah diterapkan di jenjang pendidikan menengah.
Di berbagai daerah, pelaksanaan TKA berlangsung lancar dengan suasana yang kondusif dan penuh semangat. Salah satunya terlihat di SLBN Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Sejak pagi hari, para siswa sudah hadir dan bersiap mengikuti ujian meski dengan berbagai keterbatasan.
Kepala SLBN Pandaan, Iva Evry Robiyansah, menyebut para siswa menunjukkan tekad kuat dalam mengikuti tes. Di sekolah tersebut, enam siswa tunarungu tercatat mengikuti TKA.
"Siswa kami memiliki semangat luar biasa untuk mencoba dan belajar mengikuti tes ini," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Selasa, 7 April 2026.
Hal serupa juga terjadi di SLBN Semarang, Jawa Tengah. Pelaksanaan TKA berlangsung santai tanpa tekanan. Tiga siswa yang terdiri dari dua tunarungu dan satu tunanetra mengikuti ujian dengan penuh percaya diri.
Kepala SLBN Semarang, Sri Sugiarti, mengatakan para siswa telah dipersiapkan sejak jauh hari sehingga lebih siap menghadapi soal.
Antusiasme bahkan terlihat di SLBN Halmahera Barat. Seorang siswa tunagrahita yang tidak diwajibkan mengikuti TKA justru menunjukkan keinginan untuk tetap ikut serta.
Di sekolah ini, total sembilan siswa mengikuti TKA setelah sebelumnya mendapat pelatihan penggunaan komputer serta pendampingan dari tim panitia sekolah.
Sementara itu, peserta TKA dari SLBN Pembina Tingkat Nasional Jakarta, Raka Aditomo Subagyo, mengaku optimistis dapat menyelesaikan soal ujian. Ia menyebut materi yang diujikan telah dipelajari sebelumnya melalui pelatihan intensif dari sekolah.
Namun, sebagai siswa tunanetra, Raka mengakui adanya tantangan pada soal berbasis gambar. Untuk mengatasi hal tersebut, siswa dibantu guru pendamping serta perangkat seperti headset dengan teknologi screen reader yang mengalihbahasakan soal ke dalam audio.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa selain untuk pemetaan akademik, TKA juga akan menjadi salah satu komponen penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
"Ke depan, hasil TKA akan menjadi pertimbangan dalam proses penerimaan murid baru ke jenjang berikutnya," kata Tatang.
Ia juga mengingatkan para siswa untuk mengedepankan kejujuran dan tidak merasa terbebani saat mengerjakan soal.
TKA dijadwalkan berlangsung selama dua pekan ke depan. Melalui pelaksanaan ini, pemerintah berharap dapat memperoleh data yang objektif dan komprehensif terkait capaian belajar siswa sebagai dasar evaluasi dan penyusunan kebijakan pendidikan berbasis data.










