Penulis: Andika Adi Saputra
TVRINews, Kabupaten Pasaman Barat
Harga beras di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera barat terus alami kenaikan dengan kisaran Rp1500-2000 per kg. Hal ini lantaran, petani lokal belum memasuki masa panen.
Abdurrahman salah seorang pedagang beras di Pasar Manggonang mengatakan, dengan kenaikan harga beras tersebut banyak pembelinyang mengeluh.
“Kenaikan harga membuat pembeli mengeluh terlebih semua jenis beras harganya naik, minimnya stok gudang dan belum masuknya masa panen petani lokal menjadi faktor naiknya harga. Sementara itu biaya akomodasi dari luar provinsi juga tinggi.” ujar Abdurrahman, Sabtu, 30 September 2023.
Lebih Jauh, Abdurrahman menuturkan, lantaran, petani lokal belum memasuki masa panen dirinya bersama pedagang yang lain terpaksa mencari stok beras dari Palembang.
“Kami sedikit kesulitan mendapatkan stok dari gudang atau agen, bahkan beberapa diantara kami mencari stok dari Palembang karena stok beras lokal sudah sangat minim,” katanya.
Abdurrahman menerangkan, biasanya beras kualitas biasa dijual sekitar Rp. 13.500 – 14.000/kg. Namun, sekarang naik menjadi Rp. 15.000/kg. Sementara beras kualitas premium atau tinggi mencapai Rp. 17.000/kg atau sekitar Rp.170.000/karung kecil.
“Kenaikan harga beras ini dimulai terjadi sejak 3 minggu terakhir dan grafiknya terus tinggi,” imbuhnya.
Abdurrahman berharap, kedepannya stok dan harga beras bisa stabil di pasaran sehingga masyarakat bisa tenang.
Editor: Rina Hapsari
