TVRINews – Jakarta
Pengadaan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita diselidiki KPK. Program yang dimaksudkan untuk tekan stunting justru diduga jadi ladang korupsi sejak 2016.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Program yang bertujuan mengentaskan stunting ini justru diduga menjadi celah penyelewengan anggaran.
“Tindak pidana korupsi terkait itu masih lidik,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/7) malam.
Meski enggan menjelaskan detail, Asep menyebut pengadaan makanan untuk ibu hamil dan bayi menjadi fokus penyelidikan. "Clue-nya adalah makanan bayi dan ibu hamil," tegasnya. Ia menambahkan bahwa penyelidikan telah berjalan sejak awal 2024, dengan indikasi kasus bermula dari rentang tahun 2016 hingga 2020.
Program PMT sendiri selama ini diberikan dalam bentuk biskuit, susu, telur, dan makanan bergizi lain dengan tujuan memperbaiki status gizi dan menekan angka stunting. Namun efektivitas program tersebut sebelumnya telah dikritisi langsung oleh pimpinan KPK.
Dalam siaran pers pada Maret lalu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut bahwa distribusi makanan dalam program PMT cenderung lebih banyak biskuit ketimbang susu, yang justru berpotensi tidak memberi dampak signifikan terhadap penurunan stunting.
“Dari tahun ke tahun, penurunan stunting tidak banyak,” ujar Setyo dalam rilis resmi (10/3/2024). Ia juga menyinggung agar program serupa seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tak mengulang kesalahan yang sama dan benar-benar memperhatikan kualitas serta komposisi makanan yang dibagikan.
“Pastikan kandungan makanan betul-betul dikaji dan disesuaikan, agar benar-benar memberi manfaat bagi anak dan ibu hamil,” tegas Setyo yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Jenderal di Kementerian Pertanian.
KPK belum mengumumkan siapa pihak yang terlibat atau potensi kerugian negara dari kasus ini. Namun, penyelidikan yang dilakukan secara senyap ini bisa menjadi awal dari pengungkapan korupsi di sektor kesehatan yang selama ini luput dari sorotan.










