TVRINews, Majalengka
Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai terus digalakkan komunitas Hujan Keruh di Kabupaten Majalengka. Salah satunya melalui Festival Pecunan di aliran Sungai Cipelang, Kecamatan Jatitujuh, yang memadukan tradisi, kreativitas masyarakat, dan kampanye pelestarian lingkungan.
Festival Pecunan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas karena tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sarana mengampanyekan pentingnya menjaga sungai dari sampah serta melestarikan habitat di dalamnya.
Pecunan merupakan lomba mendayung perahu hias dengan jarak sekitar 200 meter. Perahu yang digunakan sebagian besar dibuat dari bahan bekas yang dapat terurai dan kembali menjadi tanah.
Tahun ini, sebanyak 40 kelompok atau sekitar 80 peserta mengikuti lomba tersebut dengan 17 perahu. Peserta berasal dari sejumlah blok di Desa Jatitujuh.
Deputi Koordinator Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Nazib Faizal, berharap kegiatan tersebut dapat mendorong pengembangan potensi sungai sekaligus menjadi objek wisata baru.
“Ke depan, tentunya sungainya makin bersih dan makin berdaya guna. Selain untuk pertanian, nanti untuk wisata juga. Kita hijaukan pinggir-pinggirnya, jadi orang-orang bisa jalan kaki dan bisa jadi objek wisata baru,” ujar Nazib.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Pecunan, Saripudin Rahmat, mengatakan kampanye pelestarian lingkungan akan terus dilakukan agar Sungai Cipelang tetap bersih dan lestari. Menurutnya, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong terciptanya ekonomi kreatif dan ekosistem ekonomi baru di sepanjang aliran Sungai Cipelang.
Jumlah peserta Festival Pecunan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 12 perahu. Sebelum puncak acara pada Minggu, 30 Agustus 2026 sebanyak 1.000 penari membawakan Tari Belentung di pinggir Sungai Cipelang. Salah seorang penari berada di atas perahu di tengah sungai sebagai instruktur.









