TVRINews, Lumajang
Salak pondoh khas Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi primadona di kalangan konsumen.
Cita rasanya yang manis dengan tekstur daging buah yang renyah membuat salak dari kawasan kaki Gunung Semeru ini banyak diminati, terutama di penghujung tahun 2025 saat musim panen raya.
Aktivitas panen dan jual beli tampak di rumah-rumah warga Desa Oro-Oro Ombo. Sejumlah petani terlihat sibuk membersihkan dan menata buah salak hasil panen sebelum dijual.
Dalam satu rumah warga, tumpukan salak pondoh bahkan mencapai sekitar sembilan kuintal, mencerminkan melimpahnya hasil panen musim ini.
Panen raya salak pondoh Pronojiwo menghasilkan ribuan kilogram buah segar. Keunggulan utama salak ini terletak pada rasa manis alami dan tekstur daging buah yang lebih renyah dibandingkan salak dari daerah lain, sehingga membuat konsumen rela datang langsung ke sentra produksi untuk membeli.
Salah satu pembeli, Elis, mengaku rutin membeli salak pondoh asal Pronojiwo karena kualitas rasanya yang khas. Menurutnya, salak dari wilayah ini memiliki cita rasa yang berbeda dan lebih nikmat.
"Rasanya manis dan teksturnya renyah. Salak asal Pronojiwo memang beda dari salak daerah lain," ujar Elis, Jumat 2 Januari 2026.
Selain kualitas rasa, harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri. Pedagang salak pondoh, Sriati, mengatakan saat musim panen raya harga salak pondoh Pronojiwo dijual sekitar Rp3.000 per kilogram, sehingga mudah dijangkau berbagai kalangan.
"Harganya sangat murah, hanya tiga ribu rupiah per kilogram. Sekarang lagi musim panen, dan kalau hasil melimpah kami kirim ke beberapa daerah di Jawa Timur," ucap Sriati.
Meski demikian, para petani dan pedagang sempat terdampak erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 lalu yang menyebabkan penurunan penjualan. Aktivitas ekonomi warga sempat melambat akibat kondisi tersebut.
Namun, memasuki akhir tahun 2025, geliat ekonomi warga Pronojiwo kembali terlihat. Tingginya minat konsumen terhadap salak pondoh diharapkan mampu membantu pemulihan ekonomi masyarakat pasca-erupsi.
Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, selama ini dikenal sebagai sentra penghasil salak pondoh di Kabupaten Lumajang. Ribuan pohon salak tumbuh subur di kawasan kaki Gunung Semeru, dengan jangkauan pemasaran hingga Banyuwangi dan Bali.










