Penulis: Arief Masbuchin
TVRINews, Malang
Guna meningkatkan kemampuan petugas agar menjalani tugas pengamanan dengan baik saat Pemilihan Kepala Daerah November mendatang, Polresta Malang Kota menggelar simulasi pengamanan Pilkada.
Simulasi tersebut melibatkan ratusan personel dari TNI / Polri, Satpol PP dan Dishub dan relawan. Simulasi pengamanan pilkada yang digelar oleh Polresta Malang Kota berlangsung di depan Balaikota Malang.
Dalam simulasi yang melibatkan ratusan personel gabungan dari TNI/Polri, Satpol PP, Dishub dan relawan ini menggambarkan adanya aksi demonstrasi yang berakhir ricuh oleh salah satu pasangan calon yang tidak terima dengan hasil pemilu.
Tim sukses pasangan calon ini, kemudian berusaha merusak kotak dan surat suara yang dibawa oleh petugas KPU. Namun berkat kesigapan petugas berhasil mengamankan pelaku yang berniat merusak kotak dan surat suara.
Massa pasangan calon yang tidak terima pun kemudian melakukan aksi demonstrasi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Aksi demonstrasi berakhir ricuh, petugas berupaya melakukan mediasi namun petugas massa semakin beringas melakukan pelemparan.
Petugas gabungan kemudian melakukan tindakannya dengan menembakan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi. Massa aksi juga melakukan penjarahan serta merusak kawasan pertokoan dan bahkan sempat menyandera petugas KPU. Memaksa personil dari Brimob diturunkan untuk mengamankan situasi serta membebaskan petugas KPU yang disandera.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan, hingga saat ini Kondisi Kota Malang tetap aman terkendali. Simulasi pengamanan Pilkada ini merupakan langkah antisipatif dan pemantapan kesiagaan Personel Polri dalam menghadapi setiap ancaman dan kerawanan yang ada.
“Kita berharap dengan simulasi yang kita lakukan ini kita bisa melakukan antisipasi sedini mungkin sehingga pelaksanaan Pilkada nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar,“ kata Kombes Pol Budi Hermanto kepada tvrinews.com, Senin 23 Juni 2024
Kapolresta Malang kota memastikan hingga kini tidak ditemukan adanya potensi ancaman dan kerawanan keamanan jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah 2024 mendatang.
“Hingga saat ini belum kita temukan adanya kejadian-kejadian yang mengganggu jalannya proses Pilkada di malang dan sekitarnya , kita telah siagakan petugas di sejumlah lokasi termasuk kantor KPU,“ tegasnya.
Dengan adanya simulasi kesiapan pengamanan Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Walikota Malang tahun 2024, semua pihak pengamanan siap dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan, sehingga proses Pilgub dan Pilwali berjalan lancar dan damai.
Editor: Redaktur TVRINews
