TVRINews, Jabar
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda bencana alam yang menghancurkan ribuan rumah warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.260 rumah mengalami kerusakan akibat banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang terjadi di wilayah tersebut.
Dilansir dari siaran Klik Indonesia Siang (KIS) TVRI, Senin, 9 Desember 2024, menginformasikan kerusakan rumah tersebut diklasifikasikan menjadi tiga kategori: 428 rumah rusak berat, 230 rumah rusak sedang, dan 602 rumah rusak ringan. Jumlah ini diperkirakan masih dapat bertambah seiring masuknya laporan baru dari berbagai wilayah terdampak.
Kepala BNPB, Suharyanto, menjelaskan skema bantuan yang disiapkan untuk para korban bencana. Rumah yang mengalami kerusakan sedang dan ringan akan mendapatkan bantuan dana, sementara rumah yang terdampak tanpa kerusakan berat akan menerima bantuan material untuk perbaikan.
Berikut rincian bantuan yang akan diberikan
Kerusakan sedang: Stimulan sebesar Rp30 juta per rumah.
Kerusakan ringan: Bantuan senilai Rp15 juta per rumah.
Rumah terdampak tanpa kerusakan berat: Bantuan berupa material perbaikan.
"Bagi rumah yang tidak masuk kriteria kerusakan sedang atau ringan, seperti rumah terendam banjir setinggi satu meter, genteng jatuh, atau jendela pecah, akan diberikan material bantuan dari BNPB, pemerintah provinsi, dan kabupaten," ungkap Suharyanto.
Untuk rumah yang mengalami kerusakan berat, BNPB menawarkan beberapa opsi kepada pemilik rumah:
1. Relokasi Terpusat: Pemilik rumah dipindahkan ke kawasan aman dengan fasilitas hunian baru.
2. Relokasi Mandiri: Pemilik diberikan bantuan untuk mencari dan membangun rumah di lokasi pilihan mereka.
3. Tetap di Lokasi Lama: Rumah akan dibangun kembali di lokasi semula jika memungkinkan.
Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk bangkit dari bencana sekaligus memastikan mereka tinggal di kawasan yang lebih aman di masa depan. Dengan bantuan yang mulai disalurkan, pemerintah juga mengimbau warga untuk segera melaporkan kerusakan agar dapat ditindaklanjuti secepatnya. "Kami terus memonitor wilayah terdampak dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi bantuan," tambah Suharyanto.










