TVRINews - Pangkal Pinang
Transportasi darat seperti bus DAMRI masih menjadi akses yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat. Untuk memenuhi tingginya kebutuhan perjalanan selama periode Lebaran 2026, DAMRI Cabang Pangkal Pinang membuka trayek percobaan rute Pangkal Pinang, Raja Basa, Lampung.
Trayek percobaan ini mulai diberlakukan sejak arus mudik dan terus dilanjutkan hingga arus balik Lebaran 2026. Pada layanan ini, DAMRI menyediakan dua pilihan tujuan dengan tarif yang telah mencakup kebutuhan perjalanan, termasuk tiket kapal.

Untuk tujuan Palembang, tarif ditetapkan sebesar Rp250.000. Penumpang akan melalui Pelabuhan Tanjung Kalian–Tanjung Api Api dan perjalanan berakhir di Stasiun DAMRI Palembang, dengan tiket kapal yang telah termasuk dalam harga.
Sementara itu, untuk perjalanan menuju Lampung, tarif tiket ditetapkan sebesar Rp600.000. Harga tersebut sudah mencakup tiket kapal, jasa angkut barang, serta biaya tol.

“Kami sedang melakukan uji coba trayek baru dari Pangkal Pinang menuju Tanjung Kalian, Pelabuhan Tanjung Api-Api Palembang, hingga pemberhentian akhir di Poldamri Raja Basa Lampung dengan tarif Rp250.000 untuk tujuan Palembang, dan Rp600.000 untuk tujuan Lampung melalui jalan tol Trans-Sumatra," kata Petugas Operasional Damri Pangkal Pinang Muhajir, dikutip Kamis, 26 Maret 2026.
Trayek baru ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari dan menuju Pulau Bangka maupun yang melintasi jalur pelabuhan. Selain mempertimbangkan harga yang lebih terjangkau, bus menjadi pilihan karena dinilai memberikan kenyamanan serta keamanan yang lebih baik.
DAMRI mencatat tingginya animo penumpang, terutama dari wilayah Palembang menuju Pangkal Pinang. Pada periode Lebaran, jumlah armada yang diberangkatkan dari Palembang dapat mencapai hingga tujuh bus setiap hari.
Dengan dibukanya trayek baru tersebut, DAMRI berharap akses perjalanan antarprovinsi semakin mudah dijangkau dan dapat memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran 2026.










