TVRINews, Sumsel
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sriwijaya (UNSRI) menghadirkan inovasi katalog digital interaktif berbasis Augmented Reality (AR) guna membantu UMKM kue basah khas Palembang memperkuat merek dan memperluas jangkauan pasar.
Program ini merupakan bagian dari BIMA KemendiktiSaintek skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang digagas oleh Aulia Utami Putri, bersama Katriza Imania, dan Annisa Rahmawati, serta didukung enam mahasiswa UNSRI.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 5 September 2025, diikuti oleh 20 peserta, termasuk Yus Elisa atau Bunda Rayya, pemilik usaha kue basah sekaligus Ketua Aspenku Sumsel. Agenda utama meliputi pelatihan fotografi produk oleh Harry Yogsunandar, praktik penggunaan AR untuk promosi, dan peresmian katalog digital interaktif yang langsung dapat dicoba peserta.
Selain itu, tim pengabdian menyerahkan perangkat inovasi sebagai dukungan berkelanjutan untuk mitra UMKM.
Aulia Utami Putri menyatakan, “Inovasi ini membantu UMKM lebih dikenal konsumen, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kehadiran katalog AR diharapkan dapat memperkuat brand recall, brand recognition, dan brand awareness produk lokal.”
Ia menambahkan, pelatihan fotografi produk juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pemasaran UMKM.
“Kita juga tadi buat agenda pelatihan foto untuk produk UMKM yang dijualkan, semoga semua ini bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda Rayya menyambut baik inisiatif ini.
“Kami sangat terbantu, apalagi teknologi ini membuat kue basah Palembang terlihat lebih menarik,” kata dia.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Sriwijaya berharap UMKM kuliner tidak hanya bertahan tetapi juga mampu tumbuh dengan dukungan teknologi digital.
“Program yang baik ini saya harapkan bisa menjadi contoh sinergi berkelanjutan antara kampus, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mengembangkan ekonomi lokal berbasis inovasi,” tutup Aulia Utami Putri.










