TVrinews, Bangka Belitung
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan tidak akan menggelar acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 provinsi tahun ini. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih berjuang menghadapi dampak pandemi serta tekanan ekonomi global.
Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin merayakan momentum penting ini dengan kegiatan yang bersifat hiburan atau pesta seperti mengundang artis dan menggelar panggung hiburan.
Sebaliknya, anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk acara seremonial akan dialihkan sepenuhnya untuk penyediaan dan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Tahun ini, tidak ada acara puncak, tidak ada pesta, tidak ada undangan artis. Fokus kami di Bangka Belitung adalah berdoa, bekerja, dan memastikan masyarakat sehat serta ekonomi daerah terus membaik,” ujar Gubernur Hidayat Arsani.
“Anggaran yang ada akan kami gunakan untuk bantuan sembako, bukan untuk panggung hiburan atau artis-artis. Saat ini kita sedang dalam kondisi prihatin, sehingga harus menghindari hal-hal yang bersifat negatif,” terusnya
Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung untuk menyambut HUT provinsi dengan berdoa bersama, memohon agar daerah ini diberkahi kesehatan, keberkahan, dan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, bantuan sembako yang akan disalurkan nantinya dipastikan menggunakan produk-produk lokal hasil pertanian dan UMKM masyarakat Bangka Belitung, salah satunya dari Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan.
Kebijakan ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan perputaran produk dalam negeri.
“Kami akan mengambil dari produksi lokal agar petani dan pelaku usaha di desa juga mendapat manfaat. Jadi, ini bukan hanya bantuan sosial, tapi juga penguatan ekonomi masyarakat kita sendiri,” tegas Gubernur Hidayat Arsani.
Langkah ini menjadi simbol peringatan HUT ke-25 Bangka Belitung yang lebih bermakna dan membumi, dengan mengedepankan semangat solidaritas, kepedulian sosial, serta gotong royong antara warga dan pemerintah daerah.










