TVRINews, Kalsel
Sekitar 4.300 anak putus sekolah terdata masih ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Pemerintah Kabupaten HST sangat serius menangani persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Hal ini dilakukan sebagai wujud pemenuhan hak dasar anak-anak untuk menempuh Pendidikan. Itu diperkuat dengan telah dilaksanakannya diskusi terumpun dan penyusunan rencana aksi daerah oleh seluruh jajaran SKPD Pemerintah Daerah, Camat, instansi vertikal dan pihak BPMP Provinsi Kalimantan Selatan.
Camat Haruyan, Ahmad Azhari mengungkapkan persoalan ATS di wilayahnya diantaranya jauhnya akses anak-anak dengan fasilitas sekolah khususnya untuk yang berada di Desa Pengambau Hilir Luar (PHL) dan Desa Pandanu, Kamis 3 Juli 2025.
Namun untuk di Desa Pengambau Hilir Luar sudah ada progres dengan terbangunnya jalan hasil TMMD yang menghubungkan Dusun Lok Nyiur ke Desa Pengambau Hilir Luar.
“Mudah-mudahan dengan akses jalan ini ada wilayah kami yang sudah bisa untuk akses anak sekolah ke desa induk. Untuk yang di Desa Pandanu tahun ini akan dibangun jalan oleh Kabupaten HST,” harap Ahmad.
Para Camat di Kabupaten HST akan melakukan pertemuan dalam kurun waktu satu minggu ke depan dengan kepala desa di wilayah masing-masing untuk memverifikasi dan memvalidasi data serta merumuskan solusi penanganan ATS.
Disamping itu Bupati HST, Samsul Rizal juga telah membentuk tim kordinasi penanganan ATS lintas sektor SKPD dan Kecamatan.










