TVRINews, Bojonegoro
Setyo Wahono dan Nurul Azizah resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro periode 2025-2030 setelah mengikuti serah terima jabatan (sertijab) dengan Purna Tugas Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Adriyanto.
Acara sertijab berlangsung di ruang paripurna Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dan dipimpin oleh Ketua DPRD, Abdulloh Umar.
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta jajaran pemerintahan, seluruh anggota DPRD Bojonegoro, anggota DPR RI Ratna Juwita Sari dan Eko Wahyudi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Wahyuni, seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bojonegoro, serta kepala desa se-Bojonegoro.
Acara diawali dengan penandatanganan berita acara oleh Purna Tugas Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro, Adriyanto, diikuti oleh Setyo Wahono, dan diakhiri dengan tanda tangan Gubernur Khofifah.
Momen ini menjadi penegasan komitmen untuk melanjutkan pembangunan di Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Setyo Wahono dan Nurul Azizah memaparkan sejumlah program prioritas, terutama dalam mengurangi angka kemiskinan dan stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Bojonegoro.
Beberapa program yang dicanangkan antara lain bantuan ayam petelur, ikan lele, domba kesejahteraan, hingga bantuan renovasi rumah tidak layak huni serta penyediaan listrik dan air bersih bagi keluarga prasejahtera atau kurang mampu.
"Dalam program 100 hari pertama, kami akan fokus melaksanakan pengentasan kemiskinan dan stunting yang masih menjadi permasalahan di Bojonegoro. Bantuan akan disalurkan kepada masyarakat di bawah garis kemiskinan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan," ungkap Setyo Wahono.
Selain itu, setiap desa di Bojonegoro akan mendapatkan beasiswa untuk mencetak 10 sarjana, pemberian perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat, serta perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Berdasarkan data terakhir tahun 2024, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bojonegoro tercatat sebanyak 143.250 jiwa dari 40.006 kepala keluarga. Isu kemiskinan dan stunting menjadi perhatian utama bagi Bupati dan Wakil Bupati yang baru.
Diharapkan, kepemimpinan baru di Kabupaten Bojonegoro mampu menjalankan tugas dengan komitmen yang dipegang teguh dan mewujudkan janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat.










