TVRINews, Lamongan
Sebuah kebun wisata petik melon di Lamongan Jawa Timur diserbu pengunjung yang dibuat penasaran. Hanya dengan tiket masuk 5000 rupiah pengunjung bisa menikmati sensasi petik buah melon langsung dari pohonnya.
Wisata petik buah melon berkarpet yang berada di Desa Rancangkencono, Kecamatan Lamongan ini setiap hari ramai pengunjung baik dari Kota Lamongan maupun dari luar kota.
Kebuh petik buah melon yang baru saja diresmikan ini buka mulai pagi hari . Dalam sehari bisa mencapai 250 orang datang untuk menikmati dan memetik melon .
Para pengunjung yang penasaran dengan wisata petik melon dengan konsep kebun asri berkarpet ini rela mengantre untuk mendapatkan tiket masuk ke kebun green house buah melon dengan sistem hidroponik.
“ Konsep green house kebun melon ini memang dilakukan sedemikian agar terlihat bersih dan pengunjung nyaman berada disini menikmati dan memetik buah melon , jangan diragukan buahnya manis sekali , “ kata Kepala Desa Rancangkencono, Dedi Sumantri kepada tvrinews.com, Rabu 19 Juni 2024
Untuk bisa masuk wisata petik buah melon pengunjung diwajibkan membeli tiket sebesar 5000 rupiah . Setelah masuk pengunjung akan disuguhkan dengan dua varian melon yakni melon jenis kinasih serta jenis ceria.
“ Murah sekali tiketnya hanya 5000 kita bisa memetik buah melon perkilo nya 15 ribu tapi dijamin puas karena buahnya segar langsung dari pohon, baru pertama wisata petik buah ini ada di Desa kita , “ ungkap Nur Sabila, pengunjung green house buah melon
Hanya kurun waktu satu jam ratusan buah melon pun ludes dibeli oleh pengunjung yang datang sejak pagi hari. Pengunjung sangat senang karena lokasinya sangat bersih.
Jika di kebun lain alasnya hanya tanah namun di kebun ini pemilik sengaja memberikan karpet agar bisa menjaga kebersihan serta menghindari tumbuhnya tanaman liar .
Buah melon yang ditanam jenis kinasih dan ceria dagingnya renyah serta memiliki kandungan air yang cukup banyak. Di atas luas selahan 400 meter persegi ini terdapat 1000 pohon melon yang menghasilkan kurang lebih 1 ton buah melon dengan waktu tanam selama 70 hari.
Dengan bobot buah melon mulai dari 2 hingga 4 kilogram. Pihak pengelola wisata memberikan harga sebesar 15000 per kilogram untuk kedua jenis varian melon.
Untuk pengelolaan, pihak Desa melibatkan pihak Karang Taruna Desa setempat dengan tujuan lahir generasi petani dari kalangan milenial . Selain wisata petik buah melon berkarpet, kedepan Pemerintah Desa akan berupaya menaikan potensi desa dengan menjual dua varian melon tersebut ke pasaran baik ke toko maupun ke supermarket.
Baca Juga: Sering Bantu Disabilitas, Pemkab Matim Apresiasi Kinerja Kapolres Matim










