TVRINews, Kupang
Bendung Oesao yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dalam beberapa tahun ini tidak dapat dioperasikan secara optimal oleh petani sekitar akibat rusak berat diterjang banjir bandang beberapa tahun lalu.
“Itu bendung sudah rusak lama, bahkan Pintu air bendung oesao juga telah rusak sejak 12 tahun silam dan baru dapat ditangani tahun ini.” kata Kepala Balai Sungai Nusa Tenggara Dua (BWS-NT2) Kupang Fernando Rajagukguk saat ditemui pada selasa 01 Mei 2024 di Kupang.
Bendung yang selama ini mengairi lebih dari 1500 hektar lahan persawahan milik masyarakat di wilayah Oesao itu rusak lama dan belum ditangani.
Baca Juga: Bawa Isu Lawan Mafia Ekonomi, Frans Aba Daftar Bacagub Di Partai Gerindra
“Bendung itu mengalami rusak berat saat terjadinya badai Seroja tahun 2021 lalu, namun hanya ditangani secara darurat dengan memasang bronjong di dalam sungai untuk mengarahkan air ke pintu yang juga sudah tidak berfungsi maksimal.”jelas Fernando.
Dikatakan, untuk menangani bendung Oesao itu, Pemerintah Pusat mengalokasikan dana sekitar Rp23 miliar yang diperuntukan bagi pekerjaan seluruh fasilitas pendukung bendung yang rusak tersebut.
“dari alokasi dana itu sesuai hasil evaluasi peniti lelang, penyedia menawar dengan harga Rp20,098 miliar dan itu yang kita kontrak dengan penyedia”. katanya.
Sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani Bersama pada 22 April lalu maka, penyedia diberikan waktu atau masa pelaksanaan hingga akhir bulan Desember 2024 atau sekitar 254 hari kalender.
Baca Juga: Mahasiswi di Padang Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos
“Sudah menyatakan sanggup yang telah dituangkan dalam kontrak kerja maka, wajib hukumnya adalah semua taat dan patuh pada kontrak, jika terjadi hal-hal yang melanggar maka tetap kita berlakukan kontrak, karena itu penyedia jasa harus benar-benar memanfaatkan kesempatan waktu yang sudah disepakati Bersama itu”.jelas Fernando.
Selain bendung oesao di Kabupaten Kupang, Pemerintah Pusat juga akan menangani fasilitas jaringan irigasi di Malaka dan rehabilitasi bendung suplesi dan jaringan irigasi Wae Reca di Kabupaten Manggarai Timur yang juga sudah terkontrak.










