TVRINews, Lampung
Bahan bakar minyak di Lampung Selatan, langka. Akibatnya antrian kendaraan mengular hingga jalan Lintas Sumatera. Bahkan sejumlah sopir rela menginap demi mendapatkan solar, Jumat, 15 Desember 2023.
Kelangkaan BBM jenis solar di Lampung Selatan, mulai dirasakan sejak 1 bulan lalu. Namun satu pekan terakhir ini, kondisinya semakin parah. Pihak SPBU terpaksa membatasi pembelian solar kepada pengendara maksimal 200 ribu rupiah.
Akibat kelangkaan BBM solar, para sopir harus berebut antrian. Kendaraan pribadi dan truk semakin menumpuk dan antrian mengular hingga jalan Lintas Sumatera. Menurut sopir antrian panjang terjadi hampir di semua SPBU di Lampung.
Sejumlah sopir mengaku lebih memilih menunggu hingga berjam-jam sampai mendapatkan solar, ketimbang mogok di jalan. Bahkan salah seorang supir ekpedisi Hendri menyebutkan mereka rela menginap di sekitaran SPBU karena di SPBU lain belum tentu mendapatkan solar.
“Bukan susah lagi sudah merata dari Jakarta sampai Aceh, dulu pernah menginap di Jambi dari jam 8 malam sampai jam 5 subuh pagi itu baru dapat solarnya,” ujar Hendri sopir ekspedisi.
Supir lainnya juga mengatakan bahwa mereka telah menunggu hingga berjam-jam BBM Solar, namun tidak mendapatkan bahan bakar.
“Dari kemarin jam 4 sampe jam 3 nggak dapet-dapet semua pom bensin nggak ada abis dari Panjang dapet-dapetnya di Kalianda. Biasanya nggak sekitar 2 bulan 3 bulan mulai kayak gini,” ujar Yudi sopir truk.
Sementara pihak SPBU enggan dimintai keterangan. Dugaan sementara, kelangkaan ini diduga pasokan BBM dari Pertamina dikurangi. Sehingga pengusaha SPBU tidak dapat memperoleh bbm sesuai pesanan. Warga meminta pemerintah segera melakukan sidak sebelum tiba libur Natal dan Tahun Baru yang semakin dekat.










